Saturday, May 15, 2010
#64 well, it's my fault and i'm the one who have to be punished.
hello, saya baru bisa ol setelah ganti giliran dengan si papah~ X3bego hari ini saya kira 2nd anniversarynya SHINee. tnyata masih 10 hari lagi :3 /plak
maaf buat adek2 yang udah saya kibulin ternyata, saya juga gak tau,dek. saya ada sesuatu yang bikin saya kefikiran, mungkin bisa dianggap sesuatu yang enggak penting, tp saya bakal cerita skrg, gak kuat nyimpen dan nangis.
saya akan berbicara sejujurnya. kenapa? karena secara langsung saya udah enggak berani lagi bicara apa2. saya takut salah lagi, lalu akhirnya anda begini lagi dan ujung2nya bisa aja kan saya bunuh diri ntarannya? naudzubillahimindzalik, tp anda gatau skrg rasa bersalah ini udah hampir ngelewati masa kritis di dalam hidup saya, mengarah ke arah yang lebih buruk. anda tak perlu memikirkannya. itu masalah kepribadian diri saya, asli.
saya nangis. penting?
apa yang bikin saya nangis?
rasa bersalah.
ini bukan spt yang biasanya. ini jauh lebih buruk. anda tau penyebabnya? saya sendiri.
orang spt saya hanya bisa berfikir pendek, dan dengan bodohnya membuat seorang teman dekat saya sendiri menjadi spt itu.
bahkan dengan gamblang teman saya itu menulis sesuatu di facebooknya yang menyatakan kalau saya akan senang tanpa dia. hell what? saya garis bawahi kata senang disana.
saya selalu beranggapan bahwa semua orang bisa diajak bergaul sama spt apa yang saya lakukan sbelumnya. bila salah saling intropeksi dan berkata sejujurnya, tp ternyata sekali lagi seorang spt saya hanya bisa berfikir pendek dan akhirnya semuanya jadi masalah. dan seenteng apapun masalah itu saya bisa gak tidur mikirinnya. yep, that's me.
saya hanya terlalu sensitif. saya ingin rasanya buang sifat jelek itu jauh2 dari dalam diri saya sendiri but hell so hard to do. dan.. yah. oke.
saya pernah bilang, sebagaimanapun anda buruknya thdp saya, saya akan tetap menganggap anda sebagai teman.
tapi anda berkata saya akan senang tanpa anda.
anda fikir saya gak akan menganggap anda teman lagi kalau anda berlaku spt itu lagi? saya terima opini anda walaupun itu salah.
kesalahan awal memang dari saya. saya membuat diri anda merasa bersalah, aku tau banget. dan detik itu juga aku ingin masalah itu hilang karena anda bisa intropeksi diri sendiri. tp semuanya gak sama spt apa yang seharusnya.
saya tau anda begitu karena anda merasa bersalah, tapi gak gitu caranya.
gak ada yang bakal seneng kalau anda gak ada, tau. apalagi temen deket sendiri.
atau mungkin saya memang bukan temen deket anda ya menurut anda? gak apa sih.
well, anda tetap temen deket saya sampai kapan juga. makasih udah buat saya intropeksi bahwa saya adalah satu2nya yang bersalah dlm masalah ini. saya cuma seorang sensitif yang bahkan cuma bisa bikin masalah aja.
mungkin memang pada dasarnya saya dan anda suka salah paham. entah karena emang gak cocok atau bagaimana.
saya memang egois. setiap orang tau itu, dan setiap ada yg dket saya pasti ada yang kecipratan sifat saya itu. dan skarang, saya yakin kalau saya bilang 100x maaf juga mungkin gabakal bisa ngapus rasa sakit hati anda thdp saya. well, it's okay.
saya cuma sensi, itu masalahnya. dan saya sendiri bahkan gabisa ngilangin itu.
anda berhak jauhi saya karena ini. saya berhak diperlakukan seperti itu. atau mungkin saya yang harus menjauhi diri saya dari kalian? saya harap ini gak bakal bikin masalah baru. well, sejauh apapun anda, I'll keep claim yourself as my friend. terserah anda bakal terima itu atau enggak.
sekarang masalahnya, mudah2an saya nangis kaga ketauan malem2 begini.
Labels: real life


0 Comments:
Post a Comment