Saturday, June 21, 2014

#270 sometimes, I don't understand why

Saya kayaknya belajar untuk nggak menggantungkan harapan kelewat tinggi di ekspektasi. Kadang belajar juga untuk nggak terlalu menyisakan lubang lebar yang bikin kamu naif atau malah bodoh. Lucu, karena sebelum-sebelum ini saya selalu menganggap saya berlaku seperti ini karena saya pikir orang-orang juga berlaku demikian; kita kurang lebih serupa, itu asumsinya, tapi, semakin ke sini, saya makin merasa kalau nggak semua orang bisa peka dan empati seperti itu, ada beberapa orang, yang no matter how good you treat them, nggak mengerti esensinya dan kadang responsnya pun nggak adekuat.

Saya juga bingung sama orang yang suka berpikiran negatif sama orang lain, karena pasti, pasti, berpikir negatif itu bisa menular ke orang lain. Dengan kamu berpikir negatif pada orang lain, orang yang kamu ceritakan suka berpikir "apakah dia berpikir negatif tentang aku?" atau aku salah? Karena selama ini yang saya rasakan kayak gitu. Setiap kali ada orang yang membicarakan orang lain bagaimana pun caranya membuat saya jadi khawatir sendiri kalau sewaktu-waktu yang dibicarakan adalah saya. Padahal, kadang orang nggak tahu seberapa besar kekuatan yang dipake untuk menahan diri nggak ngejelek-jelekin orang lain. Beberapa justru memilih menyalahkan diri sendiri dulu ketimbang nyalahin orang. Kamu nggak tahu kan apa yang sebenarnya bisa terjadi dalam 'diri kamu' sampai kejadian nggak enak itu muncul....?

Tapi tetep aja banyak yang nggak satu mindset sama saya.

Saya nggak paham apakah emang ini lingkungan yang mengajarkan saya untuk objektif dan selalu introspeksi diri sendiri sebelum orang lain, ataukah memang begini dunia luas yang saya pikir hanya punya dua tipe pemikiran manusia? Euh. Mikirinnya jadi nggak mau tidur (.....)

Anyway, saya juga jadi belajar untuk nggak terlalu lalai dalam mempercayai orang lain selama saya belum tahu dia sebenernya berpikir mengenai apa dan hal-hal yang suka dia kerjakan dan pikirkan. Mempercayai orang yang bahkan kamu gatau percaya sama kamu atau nggak itu, nggak enak. Like,  memangnya kamu mau kamu susah payah demi mereka sementara mereka bahkan nggak mempertimbangkan namamu masuk ke dalam daftar orang yang mereka bisa andalkan? Kalau saya sih nggak. Nggak seimbang, dan mudah bikin saya stres. Beberapa orang, sedikit mungkin, yang bertahan sama kamu apapun keadaan kamu, itu adalah mereka yang bisa kamu percaya.

Lesson learned.

Labels: , ,



Posted by Taree @ 1:40 AM. 0 Comment .

0 Comments:

Post a Comment




Rewind                     Home                     Fast Forward


Amigos

Arina Listyarini
Pradnya Emeralda
Zaskia Osya Denaya
Tante Inne Larasati
Shafira Anjani
Sista Tamara
Eka Wahyuni
Irham Ramadhan

Archive




Credit

Cursor by Cursor 4u. Background: x x x Powered by Blogger. Original skin by Arina and another credit from her here