Sunday, February 15, 2015
#299 last leisure Sunday is here fellas...
I watched "Love, Rosie" very today and I don't know whether it's a good decision to end my holiday or not because I feel so teary after watching. The movie is beautiful in its' way despite the fact that it's book-based. SAM CLAFLIN TOOK MY HEART AWAY FOR NTH TIME AGAINNNNNN NO..... Nah, daripada saya nyeplos panjang-panjang saya mending langsung lompat aja ke topik "liburannya udahan nih", dan yang mau liat-liat review film apa aja yang saya udah tonton bisa mampir ke sini.
February 15th 2015 is finally the end of holiday and I don't know if I should be happy or scared. Besok udah mulai semester 6 yang berarti "the hell I'm just one more step to be angkatan terkolot and bollocks! Seems like I haven't prepared anything good except having guts to remind myself that I shouldn't fail like any other semesters before." Semester ini taking 24 sks karena 3 sks itu KKN dan 21 sks lainnya ini mata-mata kuliah lanjutan yang patut saya waspadai. Sedih gak sih liburan kelar? Sedih.... sedihnya semacam, "okay, sudah siap for another hell in 4 months?" Semester ini ada mata kuliah Metodik Tes yang katanya nyiksa banget, plus Meteksos, PPL, dan.... Metpen 2. Saya janji banget harus serius dengan metpen 2 karena saya mau lanjutin metpen 2 saya ke skripsi. Making scientific things isn't easy, you know.
Mau berdo'a aja semoga semester ini lancar dan enjoy jalaninnya, lebih santai tapi serius, bisa ngasih yang paling baik dan kalau bisa pushing myself to limit to get best results. I gotta be more ambitious and stop thinking that everything's gonna be alright stuff. Yep..................... Let's fight, self!
Labels: babbling, college, college life, daily, daily life, me, rambling, random, rants, real life
Posted by Taree @
7:19 PM. 0
Comment .
Friday, February 13, 2015
#298 So Tired
Labels: babbling, daily, daily life, me, rambling, rants, real life
Posted by Taree @
8:18 PM. 0
Comment .
Wednesday, February 4, 2015
#295 !!!!!
Bahkan Abang Benedict pun menertawakan kebodohanku semester ini....................
Oke, serius. Ini mungkin emang kayak postingan rutin di antara dua semester tapi ini serius. I've had enough. Udah cukup banget main-main atau sok-sok capek muak sok keren. Nyisa tiga semester lagi (aminnnn) dan saya nggak mau kengacoan ini tambah berkembang. Hari ini nilai matkul terakhir smt 5 keluar; and I know I shouldn't have expected much because even when it was true it wouldn't change anything much. I'm going nutsssssss. Lelah banget. Nggak tahu deh ini salah siapanya tapi yaa nggak ada salahnya ngubah diri sendiri juga (soalnya ngerasa semester kemaren cepet banget capek dan jenuh dan gila). Inginnya semester ini bisa lebih ambisius dan meresapi sebuah kalimat yang rajin saya umbar di mana-mana kalau saya gila banget sama good grades (of course it's not only about grades).
Harus bisa lebih fokus. Harus inget tujuan hidup dan masa depan. Harus bisa nyingkirin hal-hal yang sifatnya sekunder dan bisa dipenuhi nanti. Remember why you started. Remember what you want to continue. (berapi-api)
LOL
Semester 6 dua minggu lagi mulai dan saya rasa saya harus bener-bener bisa untuk mulai put off every shit I had before and start running (NOT WALKING ANYMORE). Ambisius versi saya nggak selalu ambisius annoying yang bikin orang kesel ya, ambisius versi saya cukup dengan: lo tau mau lo apa, lo tau caranya gimana, lo mati-matian ngerjain cara itu biar mau lo kecapai.
mungkin postingan ini harus saya print/salin ke binder biar tiap buka catatan saya ketabok terus. Wkwkwk T____________T
Labels: babbling, college, college life, daily, daily life, me, random, rants, real life
Posted by Taree @
5:45 PM. 2
Comment .
Sunday, February 1, 2015
#294 Random Babblings about Before Sunrise & Before Sunset
Warning: ini beneran cuma ngoceh-ngoceh doang, bukan review walau kadang mungkin nyeplos review. Intinya: ngoceh doang. Impresi. Okay?
Sudah seminggu kerjaan saya marathon film-film dan sumpahnya baper meleber ke mana-mana sampe berkali-kali cuma bisa tightening fists karena gak bisa ngapa-ngapain juga. Salah dua (....) dari film yang bikin bapernya amit-amit itu Before Sunrise (1995) dan Before Sunset (2004). Gils, saya emang telat banget baru nonton ini sekarang padahal sudah banyak rekomen di mana-mana; "rating-nya gak main-main loh Tar, 8/10" "belum tau artinya romantis kalo belom nonton ini" and blah, blah, blah. Akhirnya kemarin udah nonton dua ini walaupun belum ngomplitin nonton Before Midnight tapi baper-nya amit-amit...............
Saya belum pernah nonton film yang se"realistis" ini. Oke, mungkin di budaya negara tempat saya tinggal istilah One Night Stand itu asing banget, bahkan kenalan deket dalam waktu singkat dengan stranger aja ngaco banget. Tapi, dua film ini punya chemistry yang dibangun dengan sangat baik untuk orang yang baru kenalan. Pesan dan perasaan itu muncul lewat bahasa tubuh dan nggak sekadar lewat dialog, karena sekalipun mereka mengobrolkan hal yang 'kesannya' basic banget, kelihatan banget satu sama lain membangun trust dan perasaan satu sama lain. Nggak ngerti deh, film ginian kayaknya emang susah banget ada lagi karena selain idenya juga jarang, nggak banyak aktor/aktris yang bisa ngungkapin makna filmnya cuma lewat bahasa tubuh. Sinting kalau mau diomongin kasarnya mah. Brilian. Keren. Speechless saya.
Terus ya. Saya nggak ngerti sama Richard Linklater yang beneran pake studi longitudinal buat film ini. Jarak antara Before Sunrise ke Before Sunset itu 9 tahun, sama seperti dari Before Sunset ke Before Midnight. Kelihatan banget deh pemain2nya udah berubah banyak from their twenties to thirties to fourties. Pusing banget apalagi sebelumnya saya juga udah nonton boyhood yang studi longitudinal juga 13 tahun. Gila............
............saya yang udah gila karena kuat gak kuat dengan film-film oke.
udah curhatnya segitu aja.
Labels: babbling, me, movies, random, rants
Posted by Taree @
4:43 PM. 3
Comment .
Sunday, January 25, 2015
#292 Singkat Saja...
I'm not here to write a review about books I've read until the 25th first days in 2015. Sudah janji akan nulis review Eleanor & Park (and I finished with Fifty Shades of Grey so I have to write that review too as an evidence to my own challenge) tapi............nggak sekarang.Sadly, saya dateng ke sini karena gak tau gimana caranya meluapkan banyak hal di kepala saya atas macam-macam hal yang sudah terjadi selama 25 hari pertama tahun ini. Kebanyakan, tapi bingung mau nyampahin siapa--beruntung masih berpikir beberapa kali untuk membanjiri twitter atau akun lainnya dengan cerita-cerita ngaco because hell yeah I still have blogger don't you mind????????
OKAY. Beberapa hari ini, isi kepala saya dihantui oleh dua hal yang paling dominan:
1. Sherlock (isn't this obvious? Aren't I so dumb because I finally started watching after years since my friend told me to?)
2. Fifty Shades of Grey (another dumb thing because I read a book just when it's finally going to be available in theatres)
Sherlock: obvious, being genius is new definition of sexy. And---Benedict Cumberbatch. Okay, akhirnya, akhirnya Tarinanda Adzani Putri terjebak di dalam lingkaran setan fans Sherlock yang dilatih kesabarannya untuk nunggu season baru datang dengan jeda dua tahun lamanya (walaupun saya sendiri cuma harus nunggu setahun karena baru marathon Januari ini, hahahaha). The idea of detective-themed is sure classic tapi penyampaian ide detektif dan pengenalan bagaimana jeniusnya si pria british ini terasa menyakitkan. Terlalu indah........................hiks.
Fifty Shades of Grey: NO, NO I'M NOT WHAT YOU'RE THINKING OF. Sure, tema dari Fifty Shades of Grey ini cukup tabu untuk saya, dan yang membuat saya gemes setengah mati dengan ini adalah karena ini beririsan dengan problematik psikologi yang saya dapetin di mata kuliah Psikologi Abnormal dan karakter seorang pria yang dibalik "devil shadow"nya kelihatan tanpa cacat. Oh God. Oh......God. Awalnya saya pikir saya bakalan biasa aja kelar baca novelnya, tapi ternyata sekarang jadi dikit-dikit keingetan Christian Grey terus. Another surprise, the movie. How am I supposed to move on when Christian Grey's finally going to be alive in THREE-D appearance? Not sure I can handle it good.
Ya Allah aku ngoceh apa T_____________________T
Sorry. I'm making sure of myself that I'm gonna write the review (at least Eleanor & Park's) at least in the beginning of February. See you, lay-thah.
Labels: babbling, books, me, movies, random




.jpg)

