Tuesday, October 4, 2011

#150 another reflection post?




ditengah mid semester ada aja yang namanya godaan, tangan udah ga kuat pengen ngetik. mungkin ini bakalan jadi (rekor) postinganku yang paling bermutu dan serius sejak aku pertama bikin blog, lol. don't even dare to read kalau gak kuat dengan pemilihan diksiku dan postingan panjang.


jadi, hari ini banyak kejadian yang bikin aku ingin melakukan sesuatu. eh salah, beberapa hal maksudnya.

tadi pagi, entah kenapa aku berpikir untuk kembali ngaktifin domain lamaku yang http://www.tarinanda.co.nr sebagai domain blog ini, karena cukup kangen, dari situ aku juga termotivasi untuk bikin blog ini gak cuma pelampiasan fandom, tp lebih ke jurnal yang bisa dijadiin tong sampah, since I don't talk a lot.

hal lain yang bikin aku tambah pengen posting adalah....

ada satu kejadian yang bikin otakku flashback dan dapet suatu kesimpulan,kalau:

selama tiga tahun aku jadi murid SMA, aku selalu dapet pelajaran dari orang-orang yang deket sama aku, utamanya yang duduk satu bangku sama aku.

waktu aku kelas X, aku belajar kalau semua itu harus dijalanin dengan santai tapi serius, harus punya prinsip dan harus pegang prinsip itu sampai tujuan yang dipengen tercapai. (meski aku gak tau gimana peranan prinsip itu dengan orang yang dulu deket sama aku, tp aku sekarang punya prinsip yg bagus dan aku masih pegang.)

waktu aku kelas XI, aku belajar gimana caranya jadi pendengar yang baik, selalu mau bantu orang meski aku gak pernah ngerti dan gak berkecimpung dalam suatu masalah itu. belajar jadi motivator yang baik, dan bisa nerima perbedaan pendapat dan perbedaan sikap. Aku tergolong orang yg cukup keras dan keukeuh, dan orang itu juga tergolong org yg cukup keras. Alhamdulillahnya kami gak pernah memaksakan kehendak satu sama lain, hal itu juga yang bikin aku belajar satu hal lagi, kalau kadang-kadang kamu hanya perlu mengerti untuk dimengerti. caranya? banyak. mengalah, keluar jalur sedikit dan mencoba kepribadian yang lain agar orang lain bisa mengerti kamu sebagaimana kamu mencoba mengerti mereka.

dan baru-baru ini, aku menjadi anak kelas XII. aku dapet teman sebangku yang benar-benar strangers, sebagaimana aku dapet temen sebangku kelas XI. kami tergolong bertolak belakang. kalaupun misal kami coba teori `pasti bisa`, butuh waktu yang agak lama untuk adaptasi, karena aku juga bukan tipe orang yang cepet adaptasi secepat aku bergaul. dalam konteks-ku, bergaul dan adaptasi itu beda, oke jelas beda. aku bisa cepet akrab sama orang, bergaul sama orang dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. tapi aku gak mudah adaptasi, adaptasi disini maksudnya aku bisa dengan cepet percaya sama orang lain, aku bisa menyesuaikan apa yang aku gak punya supaya aku punya berdasarkan lingkungan baru, itu susah dan kalaupun aku bisa mungkin gak sekarang.

kalian tau? mungkin ingetanku masih seger makanya kayaknya aku mau jabarin jelas-jelas.

mungkin aku punya bakat neliti psikis dan melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

bayangkan, kalau kalian pernah bilang kalau sinetron itu mustahil, aku hari itu harus narik kata-kataku dan bilang kalau kehidupan sinetron itu ada.
dalam beberapa konteks, aku ngerasa sedikit geli. aku bukan tipe-tipe yang ada di dalam sinetron. aku gak girly, aku juga gak terlalu tomboy. aku bukan tipe orang yang sering nangis karena banyak masalah yang---ya kalian bayangin aja masalah sinetron seperti apa. mulai masalah percintaan dan lain-lain. memang, bukan aku yang mengalaminya. tapi kalian menyaksikannya sendiri dengan lensa mata kalian kalau itu tuh nyata. bagaimana rasanya.

I need to respect everyone, especially who's closer to me. tentu, itu adalah prinsip. terlebih lagi dia baik dan aku bisa melihat dia bukan pribadi yang mengada-ngada.

dari situ, aku mulai mencoba gimana caranya supaya aku tetap care meski memang aku bukan tipe yang demikian. aku bukan tipe orang yang care dengan menunjukkan lewat action. aku lebih suka dijadikan seseorang yang bisa dijadikan tempat curhat, aku bukan orang yang bisa berekspresi dengan baik, apalagi masih sedikit kaget dengan realita baru.

dan.....................ada satu hal yang bisa membuka mataku lebih lebar selama 17 tahun aku hidup (cielah bahasa gue)

Aku adalah tipe tertutup yang diam-diam mengetahui seluk-beluk rahasia. rahasia kecil sampai rahasia umum. ketika aku bertemu orang baru, aku tentu akan mencari tahu image dia di mata orang-orang. ini cerita baru, kalau ternyata dia adalah pribadi yang tergolong cukup tenar dengan beberapa rumor dan gosip.

beberapa golongan membenci dia, sebagian dengan alasan dan sebagian lagi dengan entahlah-aku-bisa-menyebut-itu-alasan-atau-kesoktahuan. beberapa golongan lainnya menganggap dia adalah `dia`, dalam artian itulah dia dan kamu hanya perlu beradaptasi untuk tahu kenapa dia begitu begini dan demikian.

bahasaku sedikit pusing, tapi aku mau coba jabarin lagi.

aku mau jelasin kenapa aku nyebut sok tahu di paragraf di atas.
beberapa orang yang benci karena alasan yang jelas memiliki pribadi yang keras. mereka baru lihat dari luar tanpa menggali dan setelah itu mereka diam, bertumpu pada satu kesimpulan absurd kalau dia itu begini dan begitu.

dan aku, aku adalah pribadi yang netral. aku bisa memposisikan diriku di beberapa sudut pandang berbeda dan darisitu aku bisa narik kesimpulan. bukan tanpa alasan aku bilang orang ini keras, orang itu lunak dll dll. mereka hanya tidak tahu. mereka menilai orang tanpa `menilai`.

beberapa orang cenderung menganggap perbedaan yang cukup jauh itu sebagai kebohongan. dari apa yang bisa aku lihat,sih.
aku analogikan, misal ada empat orang.
tiga di antara mereka punya sifat yang nyaris sama, mereka jadi dekat. satu di antara mereka bersifat kekanakan dan cenderung manja, bukan dalam konteks negatif, tapi sebelum tiga diantara mereka kenal satu orang lagi, mereka sudah menjauh terlebih dulu.

entah kenapa, dari apa yang aku dapat, kamu hanya perlu memposisikan dirimu dengan baik, itu saja kok.

kalau ada satu hal beresiko. 10 orang membela satu orang yang membenci orang yang aku bela, aku berani jadi satu-satunya orang yang membela. aku ingin meluruskan persepsi "Don't judge from outside." karena masih banyak orang yang gak dapet makna dari persepsi itu.

aku pengen ngelurusin kalau alasan mereka untuk gak suka sama orang itu kelewatan subjektif. orang yang kelewat subjektif itu egois, bahkan kepada teman terdekat sedikitpun.
belajarlah untuk gak jadi orang egois, suatu hari nanti kamu akan butuh orang yang akan berada di sampingmu, kamu gak boleh jadi orang egois selamanya.

cocok gak cocok itu relatif. tergantung darimana sudut pandangmu berasal. coba kalau balik lagi ke kepribadian, aku dan dia gak ada miripnya sama sekali, ini hanya masalah gimana kamu bisa membuka mata dan jadi orang yang bisa menerima.


duh, topik ini jadi dibawa kemana sih.
intinya, aku mendapatkan pelajaran yang paling bikin `oh` dari teman sebangku ya waktu kelas XII ini. dengan gak menghilangkan beberapa pelajaran dari kelas-kelas sebelumnya sih, kamu hanya perlu mengerti untuk dimengerti, kamu hanya perlu baik untuk diperlakukan baik. kamu hanya perlu membuka matamu agar beban gak penting di hatimu hilang. sesungguhnya, membenci orang itu gak ada gunanya. percaya deh, ngabisin waktu aja ngebenci orang di hidupmu. dan itu pantas ditertawakan.


oh iya, dari refleksi di atas, kayaknya aku mau ikut nyimpulin bbrp sifat aku yang gak bisa diubah:

1. aku gak girly, aku juga gak terlalu tomboy.
2. aku gak caring, tapi sewaktu-waktu aku bisa lebih care dari orang lain.
3. aku netral dan senang mengamati perilaku orang lain.
4. aku cuek, tapi aku juga lebih sensi daripada cewek-cewek tersensi (ini serius loh)
5. I react on how people act.
6. aku gak mudah berubah meski tinggal di lingkungan yang tergolong ekstrim.
7. aku berpikiran panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang sekali.
8. aku tertutup dan susah ditebak. aku pandai menutupi perasaan dan menggantinya dengan ekspresi lain, dan orang lain gak tau. aku juga susah percaya sama orang.
9. kadang lebih percaya sama orang yang belum pernah kutemui sekalipun, aku bisa kenal pribadi orang tanpa harus melihat orang tersebut.

pasti kayak narsis ya ==' tapi itu kenyataan kok.

mau nutup postingan kali ini, mungkin aku mau mengucapkan sepatah dua patah kata (?)

kalian boleh menilaiku dari berbagai sisi dan menarik kesimpulan sendiri, itu hak. tapi saranku, cobalah menerima, bersikap positif selalu. itu gak rugi, kalau deket sama orang yang salah, gak perlu sampai benci, jaga jarak cukup. itu termasuk kategori menerima,kok.

entah kenapa pilihan diksiku hari ini aneh.
dan mungkin aku gak jadi menganugerahi postingan ini sebagai postingan bermutu.

mari lanjut buat pidato, lks agama dan belajar kimia juga PKn!

Labels: , , ,



Posted by Taree @ 5:31 PM. 0 Comment .

0 Comments:

Post a Comment




Rewind                     Home                     Fast Forward


Amigos

Arina Listyarini
Pradnya Emeralda
Zaskia Osya Denaya
Tante Inne Larasati
Shafira Anjani
Sista Tamara
Eka Wahyuni
Irham Ramadhan

Archive




Credit

Cursor by Cursor 4u. Background: x x x Powered by Blogger. Original skin by Arina and another credit from her here