Tuesday, February 4, 2014

#243 Maaf

Maaf itu nggak murah, tapi nggak mahal juga. Maaf itu susah diucapkan, kata sakral, katanya. Kalau nggak benar-benar tulus, agak tabu diucapkan. (Kata orang zaman dulu, sih, perkara zaman sekarang banyak orang menyalahgunakan kata maaf.)

Zaman sekarang (menurut saya), banyak orang yang mengucapkan maaf tanpa mengartikannya dengan benar. Maksudnya, mengucap maaf, padahal hati tidak dalam posisi meminta maaf secara nyata dan utuh. Itu membuat persepsi bergeser. Alangkah banyak maaf yang terlontar dan cuma bisa direspon dengan,

"biasa aja sih, gausah lebay."


Beberapa orang (mungkin yang memang tidak memaksudkan maaf dengan sebenar-benarnya) mungkin menangkap ini sebagai hal lumrah, tapi--saya nggak begitu. Saya masih menganggap maaf adalah kata penting yang sifatnya sakral kalau diucapkan, sehingga ketika saya berujar, maaf, I mean it. Dan ketika saya dapat respon seperti yang di atas...kok...rasanya maaf saya nggak dihargai?

Saya memang nggak pelit maaf, jujur aja. Saya sering banget ngerasa salah dan ujung-ujungnya maaf pasti keucap juga. But I mean it. Beneran. Sesering apapun saya mengucap maaf, bahkan dalam keadaan kasual sedikit pun, saya bener-bener minta maaf. Maka...kadang..saya ingin, ingin banget dapat respon yang sama tulusnya dengan maaf yang saya ucapkan.

A simple, "Nggak apa-apa" will do better than anything else, I swear.

Nah. Itu soal pengucapan maaf. Sekarang, how people forgive.

Saya....saya nggak sulit memaafkan, kok. Menurut saya, dengan orang minta maaf dan tahu dia salah apa dan ingin membuang kesalahannya, itu big matter banget. Kemajuan, kebaikan. Memang, ada beberapa kesalahan yang hanya bisa dimaafkan, bukan dilupakan, tapi....memaafkan adalah langkah baik pertama yang kamu bisa ambil untuk bisa melupakan. Apalagi kalau yang minta maaf bener-bener niat untuk berubah dan nggak ngelakuin itu lagi. Percaya deh, memaafkan itu baik untuk kesehatan hati dan pikiran. Yaaah, kalau kasus-kasus nyeleneh mah pasti banyak sih, tapi.. sejauh ini, apa yang saya terapkan soal maaf dan memaafkan punya efek yang mendalam buat kehidupan sendiri.

Nyaman, damai, they are.

Labels: , , , ,



Posted by Taree @ 8:43 PM. 2 Comment .

2 Comments:

Anonymous Yukina Hawmie said...

buat aku pribadi, ngucapin maaf itu....urusan harga diri (ninja) kecuali aku bener-bener ngerasa bersalah. sama kayak rasa terimakasih. kebanyakan orang ngucapin maaf itu juga kayak diobral, ya gitu, ga nyata dan utuh. rasanya kayak basa-basi. yah, makanya mungkin ada yg memberikan respon secara ga ngenakin.

well, despite of my comments, rasanya aku jauh lebih mudah memaafkan daripada meminta maaf.

February 4, 2014 at 9:00 PM  
Blogger Tarinanda A. Putri said...

Iya hub, berhubungan sama harga diri banget. Tapi kalau buatku, selama aku merasa aku benar-benar salah, aku jatuhnya nggak pelit dan sungkan sih buat minta maaf. Tapi, kadang persepsi orang sama maaf kita suka disalahartikan ya, berhubung jenis "maaf" aja ada banyak (........)

February 4, 2014 at 10:48 PM  

Post a Comment




Rewind                     Home                     Fast Forward


Amigos

Arina Listyarini
Pradnya Emeralda
Zaskia Osya Denaya
Tante Inne Larasati
Shafira Anjani
Sista Tamara
Eka Wahyuni
Irham Ramadhan

Archive




Credit

Cursor by Cursor 4u. Background: x x x Powered by Blogger. Original skin by Arina and another credit from her here