Sunday, June 29, 2014
#271 Happy Turning 20!
Late review. Gapapa lah ya. Baru ada mood dan baru sempat niat nulis panjang (saya tahu banget nulis ginian mustahil cuma cing-cong 200 kata karena DI MANA ESENSINYA). Anyway, gambarnya sengaja kok pake ao haru ride kayak gitu, biar saya gak sedih-sedih amat sekarang berumur 20, diselamatin sama Futaba sama Kou. *DELUSIONAL HEH*
Yap. So, last week, on June 21st, I finally turned 20. Ada rasa cemas, ada rasa kagok karena angka 1 yang berganti jadi 2 punya makna yang gak sembarangan buat saya. Oh, saya udah nggak muda lagi, udah nggak boleh main-main lagi. Bukan anak perempuan kecil yang patut disuapin dan diarahin lagi; saya pikir dengan umur segini seenggaknya saya sudah tahu apa yang mau saya pilih dan ambil di masa depan. Seenggaknya, saya sudah tahu bagaimana harus bersikap dan membuat dunia menjadi bahagia karena keberadaan saya. Baiklah, kedengaran klise, tapi setahun ini apa yang ada di pikiran saya memang itu, kok. I tried hard, I promise. Ingin jadi orang yang nyaman dengan kenyamanan orang lain di sekitar saya, ingin jadi orang yang berguna, ingin jadi orang yang punya makna di kehidupan orang lain, ga sekadar numpang lewat gitu aja. Setahun ke belakang, sudah banyak perubahan di mindset sampai-sampai saya pikir umur psikologis saya di atas 30.
Oh, iya. Sebenarnya apa yang terjadi di tanggal 21 kemarin? Nih kronologisnya (....)
Honestly, saya sempat nggak ingat di tanggal 20 kalau hari itu tanggal 20 yang berarti besoknya 21 dan saya ulang tahun. Tanggal 20 itu hari Jumat dan ketika itu saya baru aja kelar UAS, capeknya luar biasa, ditambah kegiatan-kegiatan lain yang bikin saya rawan stres. Alhasil, sesampainya di rumah, saya leha-leha aja di atas kasur dan nggak mikir apa-apa. Dari ba'da isya sampai jam satu malam, saya tidur sembarangan dan pas bangun handphone udah lowbat dan pesan udah banyak yang masuk. Saya sampai nangis masa pas ngecek satu-satu. How can, I mean, when I don't even remember my birthday THEY COULD BE REALLY FAST ON GREETING ME? Ada yang ngirim voice note isinya nyanyi, ngasih doa yang bisa jutaan kali saya amini, ada yang ngasih gambar, ada yang nelepon, orang yang ngasih pun macem-macem, dari yang saya bisa duga sampai yang bisa bikin saya mewek beneran karena saya nggak pernah mikir kalau orang itu bakal masih nyelamatin saya juga. Last, itu baru jam satu pagi loh guys. JAM SATU PAGI. Seharian itu, bermacam selamat lainnya masuk dan saya nggak tahu apa yang bisa membuat saya lebih bersyukur dan bahagia daripada itu karena.... karena kamu nggak akan pernah lebih bahagia daripada tahu seberapa besar kehadiran kamu berpengaruh di kehidupan orang lain hingga tanggal lahirmu diingat dan mereka masih mau nyempatin waktu untuk memberi selamat, melafal doa dan mengamininya untuk kamu. Nggak ada hal spesial yang terjadi tanggal itu, sebenarnya, tapi saya bisa ngerasa kalau saya, di hari jadi itu, menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan menghargai hidup. No cake. No gifts. No surprises. Semuanya terasa biasa saja kecuali doa-doa yang dikirim dan salam-salam hangat yang bisa membuat saya sampai se-meleleh itu. Truly.
What's special on turning twenty?
1. Saya nggak tahu saya yang over sensitif atau naif atau bego atau apalah, tapi tahun ini banyak pesan yang masuk dan isinya teramat familier, berisi `saya sayang banget sama kamu`. Saya nggak mau repot-repot suudzan apakah itu benar atau tidak, apakah itu tulus atau semacam tren, tapi satu kalimat kayak gitu bisa membuat saya merasa bahagia bisa hidup. Itu bisa membuat saya merasa berharga, karena kalian tahu? Self-esteem saya rawan banget anjlok. Mungkin dengan adanya kalimat itu saya akan lebih bisa menghargai diri sendiri, bisa lebih bersemangat lagi untuk menolong dan menjadi orang yang punya arti di kehidupan orang lain. Makasih udah sayang sama saya, kalian nggak tahu kan seberapa cengengnya saya bacain pesan kayak gitu? wakakakaka. I love you too. Thank you for making my life seem brighter than ever on my birthday.
2. Doa-doa dahsyat lainnya dari temen-temen POST! yang bikin saya speechless terus ngakak setelahnya. Kita sama-sama berumur dua puluh sekarang dan saya tahu perubahan apa aja yang sudah terjadi selama kita tumbuh besar sama-sama. Ada banyak, begitu banyak hal sampai saya nggak bisa deskripsiin satu per satu, yang sudah terjadi dan membuat kita beda dari kita yang dulu. Ya, nggak semuanya berubah sih, kadang kita masih mbocah dan nggak tahu malu tapi--tapi itulah kita, ya. Haha. Saya selalu bisa jadi diri sendiri ketika saya bareng-bareng kalian, saya bisa jadi Tari yang terbuka dan apa adanya, jadi Tari yang fearless dan nggak peduli apapun asal kita senang. Semua doanya aku aminkan, semoga Allah mendengar dan mengabulkan doa kita semua, ya. Allahumma aamiin. Let's be together twenty years later, two hundred years later, foreverdays. :)
3. The best of the best soulmate, I know you know me deeper than others and so do I about you. And so do others. Spending time together more often is the reason why, I suppose. Thank you for being there for me when I'm okay and when I'm not, thank you for being there for me when I need someone to talk to, someone to remind me how beautiful life would be if I become more and more grateful. Thank you for the beautiful gift and the meaning behind it. Thank you for being so positive, thank you for being there. XOXO!
4. Psikopad12 kesayanganku dan Best college buddies! Saya nggak pernah paham kenapa setiap kita ngobrol topik jodoh selalu muncul tapi saya juga nggak menolak keberadaan kata itu waktu kalian satu-satu ngasih doa buat ulang tahun saya.Nggak tabu lagi sih untuk ngomongin hal gituan ketika kamu udah duduk di kursi semester 4 perguruan tinggi, dan saya juga nggak menampik kalau kalian terkadang jauh lebih dewasa dari saya.Makasih udah bikin saya lagi less-stressful di tengah kuliah yang ampun-ampunan sintingnya, tugas-tugas yang kayaknya nggak kelar-kelar dan malam-malam berat kita ngelarin tugas itu. Makasih udah jadi sumber lawakan kalau saya lagi moody, jadi tempat berbagi segalanya dan jadi tempat kembali ketika kuliah :3 Wuff youuuu!
5. Teman-teman yang akan selalu jadi yang terbaik bahkan ketika kita jarang ketemu... Pasar Buwah; Nanas, Sasa, Tara, Tasha, Ruth, teman-teman yang masih inget aja ulang tahun saya bahkan ketika saya sendiri pelupa parah gini... Chyka, Ama, Rey, Vere, juga temen-temen yang dari jam 12 teng sempet aja whatsapp ketika saya bangun aja nggak; Rhea, Kak Maya, Kuro-chan =)) Dibanding kalian yang bilang 'belum bisa jadi teman yang baik', saya ketika itu lebih merasa useless karena effort saya juga kurang untuk memenuhi standar itu. Karena menurut saya, kalau temenan, gak usah setengah-setengah. Baiklah, idealis sekali, tapi standar itu standar garis keras yang mungkin selamanya nggak akan saya langgar. Karena berteman, menurut saya, lebih dari sekadar kenal dan tahu nama. Lebih dari sekadar "kenapa awalnya lo bisa kenal gue dan gue kenal lo", tapi "kenapa gue ngerasa temen lo dan apakah lo ngerasa temen buat gue".
6. Temen-temen dan murid-murid di tempat ngajar yang luar biasa nggak kenal kapok ngerjain saya (......) Padahal udah lewat satu hari tapi sempet aja lho ngerjain dan ngasih surprise? Saya udah kesel luar biasa itu kenapa hari itu anak-anak susah diatur berkali-kali lipat dan saya juga sampe kepancing amarah. Maafin saya yang kadang masih suka emosian ini; dan makasih, makasih banyak untuk surprise dan kuenya, untuk bakar-bakaran di malam hari dan nari-nari lagu Chrisye-nya, sampai kapanpun saya nggak bakal lupa. Makasih udah mau jadi keluarga baru yang selalu bisa jadi tempat saya cerita dan jujur, semoga kebaikan kalian menular ke saya dan kalian selalu diberkahi Allah. Aamiin Allahumma aamiin.
7. Last but not the least, my luv luv luvely big family~ Makasih udah ngucapin, naruh tanggal 21 Juni di kalender hp masing-masing dan ngasih doa yang selamanya akan saya amini. Ke mana pun saya akan pergi dan berlabuh nanti, kalian tetap akan menjadi rumah yang tak akan terganti.
*liatin word count*
Kayaknya segitu cukup? Intinya, makasih banyak untuk semuanya, karena tanpa kalian saya mah apa atuh....
Labels: birthday, me, real life, review



0 Comments:
Post a Comment