Thursday, January 21, 2010

#10 [orific] Twenty - because it's my last dream

Twenty
“when that time comes in, I’m sure that i’m really a human.”



Kutatap malas cahaya lilin yang menghiasi kue black forest di atas mejaku. Jumlahnya 19. Ya, tahun ini adalah tahun terakhirku mengecap diri sebagai perempuan yang berumur `belasan`. Terdengar suara kecil dari handphone-ku yang kutaruh di dalam saku celana panjangku, nada selamat ulang tahun. Segera kumatikan nada itu dengan segera, lalu dengan sekali tarikan nafas kutiup 5 lilin warna-warni di atas kue ulang tahunku itu. Dengan tersenyum paksa, kuambil sekali lagi handphone-ku, lalu ku-alun-kan lagu Happiness dari Super Junior. Lagu itu, satu-satunya lagu Asia Timur yang aku ketahui. Lagu itu banyak menyimpan kenangan. Bahagia, Derita, Kesedihan yang mendalam, segalanya. Dan aku sudah tak peduli dengan apa yang orang-orang katakan. Lagu itu adalah lagu kesukaanku, dan juga.. impianku.

“With my eyes, I long for you
In my heart, I’ve found you
I can see the light that brightens me
I can’t let go of the eternal happiness”

Lirik itu begitu berarti, untukku, dan untuknya.
Lirik itu juga membuatku menderita, karena aku tak bisa mewujudkannya, dengan siapapun juga.
Happiness, yang semula ingin aku wujudkan, kini hanya tinggal lagu, dengan jutaan makna di dalamnya, yang mungkin tak ada satupun yang tahu.

Berbicara tentang ulang tahunku, ini adalah tahun ke lima aku melewati hari ulang tahunku tanpa ditemani oleh keluargaku, bahkan tidak seorangpun. Jangan bicarakan tentang orang tua-ku. Karena mereka mungkin sudah menganggapku mati. Dan kakakku? Sudah sejak lama ia melanjutkan pendidikannya di Belanda, dan aku betul-betul putus kontak secara total dengannya.

Tahun ini aku juga tidak ditemani oleh “nya”, dia yang kucinta. Tahun lalu aku masih bisa bersamanya, setidaknya meskipun hanya berdua, ada orang lain yang memberiku selamat , memelukku hangat dan mencorengi wajahku dengan kue di hari “sakral” yang hanya dirayakan setahun sekali.

Bila ditanya tentang kejujuran, aku sangat takut menghadapi Hari Ulang Tahun-ku sendiri. Namun aku juga sangat menunggu datangnya hari itu. Hari ulang tahun itu secara tak langsung adalah tanda, bahwa waktu kita untuk berada di dunia berkurang. Tuhan menambah umur kita untuk menukarkannya dengan waktu yang kita punya di dunia. Tuhan memberikan kita waktu di dunia, kemudian mengambilnya kembali setiap tahun. Tuhan memberikan kita hidup, lalu kemudian Ia ambil lagi hal itu.

“Seseorang” yang kucinta, mengajarkanku untuk menghargai hidup yang kita punya. Justru dengan kenyataan bahwa kita semakin dekat dengan Tuhan dengan hari ulang tahun, kita harus bisa melakukan yang terbaik semasa hidup kita. Ia selalu mengajakku untuk menghadapi segalanya dengan senyuman, tawa dan hati yang ringan. Dari situ kemudian aku mulai menyadari, makna hidup dan Hari Ulang Tahun yang sebenarnya. Kumulai membuka mataku lebar-lebar, menatap jendela dunia yang terkena sinar matahari pagi setiap waktu, mulai menghapus rasa kesepian yang merayapi tubuhku dari ujung ke ujung. Tersenyum hangat, seakan dunia memelukku dan mengobati pahitnya kesendirian yang kurasakan selama masa hidupku.

Namun, baru kurasakan sesaat panas matahari pagi itu meresap ke dalam pori-pori tubuhku, mataku kembali buta, jendela dunia itu kembali tertutup rapat, dan tak ada lagi matahari pagi yang dengan hangatnya menyinariku untuk memberikanku kekuatan dalam rasa kesepianku.

“Tak ada jaminan bahwa orang yang sakit akan meninggal esok hari, dan tak ada jaminan juga orang sehat akan hidup lebih lama dari hari ini.”

Ia meninggalkanku. Sendiri, benar-benar sendiri. Ia bahkan membuktikan perkataannya terlebih dulu dibanding aku, seseorang yang sudah seharusnya membuktikan itu terlebih dulu. Aku, seseorang yang tak bisa memaknai kehidupan, masih diberikan sedikit waktu untuk membuktikannya. Dan ia, yang sangat mencintai hidupnya, tidak dapat diberi keringanan waktu, sedikit lagi. Dan aku kembali sendiri. Kembali ke dalam sangkar yang penuh dengan awan hitam ketakutan dan hawa kesepian. Aku bahkan belum sempat menunjukkan bahwa aku adalah “manusia 20 tahun” di depannya. Aku juga tak sempat melunasi janjiku untuk mendampinginya sebagai seorang istri sehidup semati. Aku menyesal, kesepian dan tak bisa bicara banyak. Andai saja ada keringanan waktu, 1 tahun saja..

Lalu.. ada apa dengan angka 20?
Aku sudah lama mendambakan angka itu datang ke hadapanku, kemudian masuk ke dalam diriku, mengubah diriku menjadi diriku yang baru, yang lebih baik dalam segala hal dari sebelumnya.
Dan bila hari itu datang, aku akan benar-benar berubah menjadi manusia dewasa. Melepas predikatku yang lama sebagai remaja menjadi wanita dewasa.
Aku harap aku bisa melewatinya, setidaknya aku bisa merasakan bahwa aku sudah berumur 20 tahun. Aku harap aku masih diberikan waktu, 365 hari lagi..


@@@

Kutatap sayu jam dinding di hadapanku sambil berbaring di atas kasurku. jarum panjangnya menunjuk ke angka 10, dan jarum pendeknya hampir menyentuh angka 12. 10 menit lagi impian itu akan menjadi kenyataan. 20 tahun, kini aku menjadi 20 tahun. Aku akan lebih memaknai arti hidup, lebih berusaha lagi, meskipun nyatanya susah, dengan kenyataan bahwa aku hanyalah seorang diri menjalani hidup. Kupejamkan mataku sesaat, agar waktu tak terasa begitu lamban. Tak lama, kudengar suara alarm dari handphone-ku. Ringtone-nya masih sama, lagu dari Super Junior – Happiness. Itu menandakan bahwa aku sudah 20 tahun. Aku sudah. Aku tersenyum kecil, di umur baruku ini, aku akan lebih menjadi dewasa . Untuk dunia, untuk keluargaku yang mungkin sudah menganggapku mati, untuk kakakku yang entahlah sekarang ada dimana, dan juga untuk “nya”, untuknya.Aku tersenyum. Senyuman spesial, senyum pembuktian bahwa aku bisa menjalaninya sampai umur 20. Aku bertahan dengan rasa kesepianku sampai umur 20.

Hampir saja aku berteriak senang, saat kusadari aku sudah tak dapat membuka kedua mataku lagi.



Akan kukatakan mengapa aku sangat menginginkan umur 20.
Karena 15 bulan yang lalu, dunia medis memvonis umurku tak akan mencapai 20 tahun.


***

sumpah lagi stress makanya nulis beginian -_-
maaf kalau enggak bagus dan aneh, saya masih amatir dan cuma ngelampiasin hobi aja :D

Labels: , ,



Posted by Taree @ 10:16 PM. 2 Comment .

2 Comments:

Blogger YuirinMaze said...

bagus kok. dalem :D

January 21, 2010 at 10:34 PM  
Blogger Unknown said...

aneh ah, ganyambung. tp makasih :D

January 22, 2010 at 5:31 AM  

Post a Comment




Rewind                     Home                     Fast Forward


Amigos

▲ Arina Listyarini
▲ Pradnya Emeralda
▲ Zaskia Osya Denaya
▲ Tante Inne Larasati
▲ Shafira Anjani
▲ Sista Tamara
▲ Eka Wahyuni
▲ Irham Ramadhan

Archive




Credit

Cursor by Cursor 4u. Background: x x x Powered by Blogger. Original skin by Arina and another credit from her here