Saturday, December 8, 2012
#177 Self Reflection (part 2)
Perlukah berubah? Menjadi apa seharusnya kita berubah?terkadang beberapa kalimat yang sederhana seperti itu muncul, sudah sering sekali melintas di kepala saya, namun saya terlalu banyak menjadi seorang penghindar yang tidak bertanggung jawab. Suatu saat Allah menegur, bukan lewat hal buruk, kontradiksi-nya, menegur saya lewat sebuah kejadian yang baik dan sangat mengetuk perasaan untuk kembali berpikir tentang beberapa pertanyaan yang simpel tadi.
Perlukah berubah? Menjadi apa seharusnya kita berubah?
Saya memang baru (hampir) enam bulan menjadi mahasiswa, tapi mungkin ada beberapa pertimbangan untuk saya agar saya berubah menjadi manusia berkualitas seperti yang saya pernah inginkan. Di post Self Reflection yang ini saya udah cukup banyak menjabarkan bagaimana sebuah kejadian yang terkadang begitu dasar terjadi dan membuat kita semua berpikir untuk berubah menjadi lebih baik.
Entah mengapa, hampir semua perubahan yang saya lakukan didasari pengalaman indera saya sendiri terhadap hal-hal baik yang terjadi di lingkungan saya, bukan karena hal buruk yang biasanya 'menampar' setelah kita melakukan kesalahan.
Dan terkadang, diri saya yang lain ingin pergi dan menjelma menjadi diri yang mirip dengan diri teman saya itu.
Saya sendiri merasa diri saya sendiri masih diselimuti banyak lubang yang jika ingin ditambal sempurna entah memerlukan berapa lama untuk dilakukan. Tapi terima kasih, berkat banyaknya hal baik yang saya dapatkan, saya menjadi terketuk untuk menjadi manusia yang lebih berkualitas. Saya rasa seharusnya saya sudah mulai melakukan ini sejak lama, berhubung sebentar lagi umur saya akan berganti kepala dan saya menganggap dengan bergantinya kepala dari umur seseorang, sudah seharusnya unsur kedewasaan juga diperhatikan.
Saya yang selalu introvert dan banyak menyimpan problem sendirian sudah mulai berusaha untuk membuka diri meski masih perlahan, saya yang terkadang masih terpaku dengan first impression mulai beranjak dari sikap itu dan kembali ke ungkapan "Tak kenal maka tak sayang", kamu tak akan pernah tahu hal apa yang sebenarnya terjadi jika kamu tidak mengenalnya dan melihat lebih dekat.
Saya yang selalu nyaman dalam comfort zone harus mulai bisa menerima masalah yang datang, karena hidup gak akan selamanya aman sentosa, saya juga perlu asupan 'tekanan' untuk bekal saya di masa yang akan datang.
Saya yang selalu berpikir 'inilah aku', mulai berusaha untuk menjadi 'manusia yang mencapai goal'. Dan kita tidak akan terbuka dengan dunia luar kalau masih berpikir 'inilah aku'. Tanpa harus berkata' inilah aku' akan ada karakter yang melekat di dalam kita, perkataan 'inilah aku' inilah yang terkadang menghambat kita untuk berubah dan maju.
Saya merasa malu terhadap diri sendiri. Terkadang saya merasa orang-orang sudah berlari sejauh itu dan saya masih diam saja di sini tidak melakukan apa-apa. Bagaimana bisa melakukan perubahan kalau ternyata diri sendiri ini masih menghindari perkataan nurani mengenai refleksi diri?
Tidak perlu lagi memikirkan hal yang tidak seharusnya menjadi major pemikiran kita saat ini, yang terpenting perbaikan diri dan menjadi manusia berkualitas! Yoosh~
Setelah menulis di blog hari ini, saya jadi ingin mengucapkan terima kasih berjuta kali kepada teman-teman yang sudah banyak menginspirasi saya untuk melakukan perubahan diri dan menghargai lingkungan, tersenyum lebih banyak, dan berbuat lebih banyak untuk orang lain.
Terima kasih, ya :)


0 Comments:
Post a Comment