Thursday, October 25, 2012
#170 things you forget when you're in love
Things you forget when you fall in loveThursday, October 25th
Pernah suatu waktu ketika kamu berkata dalam sendu bahwa kau punya beberapa kriteria jelas untuk orang yang nantinya akan jadi teman hidup kamu,
Kamu bilang, mereka tidak boleh punya kebiasaan yang kontras dengan prinsip hidupmu.
Kamu bilang, mereka tidak boleh menghisap cerutu—tidak sehat dan menjijikkan, katamu.
Kamu bilang, mereka harus pandai berbicara dengan Tuhan, bukan dengan orang banyak.
Kamu bilang, mereka harus pandai berkata-kata untuk menarik perhatianmu.
Kamu bilang, mereka haruslah bersih dan wangi, membuatmu betah berada di lingkupnya.
Tetapi ada suatu waktu lain, dimana semua kriteriamu terbang bagai debu, mungkin karena kamu manusia; dan manusia bisa saja melupakan kata-katanya. Dari luar kamu mungkin tampak menutupi, namun kau menggerutu dalam hati, masa bodoh, ujar hatimu. Mungkin itu pertama kalinya prinsipmu kontras dengan apa yang sebenarnya terjadi dari dalam sana. Dan ketika semuanya terjadi, kamu hanya berdiri sendiri di tengah dua kenyataan bodoh yang menguras emosi;
Ketuk mati palu pengadilan, kamu tak punya pilihan lain selain memilih. Kamu hanya lupa, lupa kalau prinsip dan hati tak selalu sejalan. Kamu hanya lupa, lupa kalau ketika kamu jatuh cinta, semua prinsipmu akan runtuh, tergantikan degup kencang dari taburan bubuk kebahagiaan dari peri atau degup kekecewaan karena takdirmu terhenti di pribadi yang tak sesuai dengan prinsip hidupmu.
Dan kamu akan berusaha melonggarkan tali prinsipmu,
Ketika ia menghisap cerutu, kamu akan mulai berkata, “yah, hidup itu pilihan.”
Ketika ia bercucuran keringat dengan aroma khasnya, kamu hanya akan berkata, “maklumi.”
Dan ketika-ketika lainnya, yang terkadang menikam jantungmu sendiri, berhasil menguasai raga kecuali suatu sudut dimana kau masih pegang teguh prinsipmu.
Kamu hanya belajar,
When you fall in love, what ifs and ifs only could be a reality. What musts and musts only could have been left unsaid, undone; because any impossibilities could turn possible at one time.
hanya perbuatan iseng seorang mahasiswi yang kerap kali melihat dan mendengar cerita teman soal hal serupa. atau mungkin, dia juga pernah mengalami?


0 Comments:
Post a Comment