Saturday, October 26, 2013

#215 jangan nilai aku dari temanmu

Judul dikutip dari seorang teman yang pernah ngomong kalimat yang sama. Sebelumnya, saya nggak kepikiran soal kalimat ini tapi setelah teman saya ngomongin, ternyata hal ini krusial banget untuk saya, untuk semua orang juga kayaknya. Saya pernah mengalami satu hal yg berkaitan dengan judul postingan ini dan mungkin saya bisa ceritain kenapa sih kita harus hati-hati menilai orang lain.

Saya pernah berteman dengan orang yang selalu dicap nggak benar oleh banyak orang. Jujur, saya juga sempat was-was kan karena takut saya nantinya akan gimana. Tapi, guys, yang pegang kendali atas diri kita sendiri itu ya.... cuma kita. Orang lain memberikan pengaruh, kita yang punya keputusan apakah kita mau dipengaruhi atau nggak. Orang lain bisa dicap jelek, tapi kita yang punya keputusan mau ikut dicap jelek atau nggak. Masalahnya, kadang-kadang society nggak mau tahu dengan hal ini dan asal label semua orang hanya dari ruang lingkupnya, atau melihat dari satu perspektif saja. Nggak berarti aku berteman dengan orang yang dicap nggak benar membuatku jadi orang nggak benar. Bahkan, orang yang dicap nggak benar pun belum tentu orang yang nggak benar. Kita hidup di mana jutaan persepsi saling menginterferensi, dan beberapa orang tuh seperti mencari jalan singkat untuk menghindari hal yang menurutnya nggak menguntungkan.

Sayangnya, hal kayak gini walau bagaimana pun tetap nggak bisa dibenarkan.

Saya punya alasan berteman dengan orang lain, dan saya punya pendapat berlebih mengenai dia daripada orang yang tidak kenal dekat dengan dia. Semua orang selalu punya aspek positif dalam dirinya dan begitu pun dengan orang yang dilabel jelek. Kenapa sih begitu susahnya untuk ambil napas tiga kali lebih banyak sebelum melabel dan lihat perspektif orang lain? Jangan linear, gitu. Semua orang berbeda. Similiaritas itu cuma jembatan yang menghubungkan orang dengan yang lainnya supaya bisa kenal lebih jauh. 

Sekarang, masalah titel. Jangan nilai aku dari temanmu. Ini hal yang seriiiiiiiing saya temui. Mungkin teman-teman juga suka dengar kan, orang ngomong "ah, dia sih begini, kata temenku aja dia begitu." atau "ya aku nggak suka dia karena kata temenku dia gini."

sorry not sorry, tapi kenapa pemikiran yang seperti ini terdengar begitu pendek? Saya nggak pernah suka dengan perspektif macam ini, karena ini akan merugikan orang yang disalahpersepsikan. Ini seolah-olah ngasih teguran "kalau kamu gamau dicap begini, ya jangan gaul sama dia." PRET. So linear-minded.

Saya pernah mengalami hal ini dan saya pikir semua orang harus mulai belajar untuk punya kunci persepsi sendiri dalam kepala mereka. Biarkan kamu menilai dari bagaimana kamu yang melihat, bukan temanmu.

Kenapa?

Karena sungguh, nggak ada yang lebih menjengkelkan daripada dilabel sebelum orang tahu kamu siapa.

And yes, I write this post because no matter how much people are talking about stuffs to me, my point of view won't change easily. Bayangkan kalian berada dalam posisi yang sama, dan kalian akan tahu semenyebalkan apa dinilai sembarangan.


Labels: , , ,



Posted by Taree @ 3:27 PM. 3 Comment .

3 Comments:

Blogger Fradita Wanda Sari said...

hello salam kenal :) Suka bgt nih sama postingan yg ini. Dari judulnya aja udah menohok :')

October 26, 2013 at 8:46 PM  
Blogger Tarinanda A. Putri said...

This comment has been removed by the author.

October 27, 2013 at 7:47 AM  
Blogger Tarinanda A. Putri said...

halo Fradita! salam kenal ya :D Makasih ya komentarnya, hehe. Iya nih, harus banyak-banyak eksplor postingan kayak gini ya supaya pada lebih bisa berpikiran luas ;)

October 27, 2013 at 7:51 AM  

Post a Comment




Rewind                     Home                     Fast Forward


Amigos

Arina Listyarini
Pradnya Emeralda
Zaskia Osya Denaya
Tante Inne Larasati
Shafira Anjani
Sista Tamara
Eka Wahyuni
Irham Ramadhan

Archive




Credit

Cursor by Cursor 4u. Background: x x x Powered by Blogger. Original skin by Arina and another credit from her here