Saturday, October 19, 2013

#212 reviews for Hanamizuki, Bokura Ga Ita, and Aishiteru~Kizuna

Akhirnya, setelah beberapa lama ditunda, saya bisa kuat mental nulis review di sini. Asalnya mau nulis soal Hanamizuki aja, terus ternyata saya merembet nonton film lainnya sampai mau review empat hari ini. EMPAT SAUDARA-SAUDARA bayangkan betapa kuatnya mental saya review film-film dahsyat ini



1. Hanamizuki (ハナミズキ) (2010)



Film ini diadaptasi dari lagu punya Yo Hitoto yang judulnya juga sama. Saya sebenarnya tahu film ini dari Rahma, lalu setelah dia ngasih film ini ke saya, saya sempet nganggurin beberapa bulan sebelum akhirnya nonton. Pemeran utamanya ada tiga; Aragaki Yui (Sae), Ikuta Toma (Kohei), dan Osamu Mukai (Junichi). 


Secara singkat, film ini menceritakan tentang gimana Sae dan Kohei bertemu ketika mereka masih muda, jadi dekat dan pacaran. Lalu Sae ini memutuskan untuk kuliah ke Tokyo dan pindah dari Hokkaido (setting utama film), meninggalkan Kohei yang bercita-cita jadi pelaut meneruskan ayahnya. Di Tokyo, mulai banyak konflik terjadi karena Sae dan Kohei LDR, apalagi Sae ketemu senpai ganteng yang ngasih dia part-time job, yaitu si Junichi ini. Mulailah banyak konflik, dari salah paham biasa sampai akhirnya mereka dewasa dan nggak bertemu bertahun-tahun. Kohei dan Sae sama-sama nyimpen perasaan yang masih sama, tapi mereka terpisah jauh dan terlalu banyak konflik membentang. Di sisi lain, Junichi di sini menyukai Sae juga dan saya sempat ngeship Sae sama Junichi akhirnya memutuskan untuk melamar Sae.

Untuk cerita lanjutnya, sila ditonton filmnya ;) atau kalau mau sinopsis lebih jelas ke sini.

Impresi awal saya waktu dikasih film ini: mencak-mencak. HOW COME, maksudnya, Toma Ikuta, Aragaki Yui, dan Osamu Mukai disatukan dalam sebuah film? NOOOOOOO. Kurang lebih ekspresi lebaynya gitu. Maksudnya, saya sukaaa banget sama Osamu Mukai, lalu Gakky ini pemeran cewek yang dari dulu ngebekas gitu di hati soalnya pernah mainin Mika di Koizora dan bikin saya mewek-mewek bombay setelahnya. Toma Ikuta? Nggak usah dijelaskan pun pada tahu kan dia ini populer, kece, ganteng andtheblahblahblah.

Setelah nonton, saya pikir Hanamizuki ini film yang cukup sederhana, tapi feels yang dikasihnya dalem banget. Buat saya lho. Banyak adegan-adegan kecil yang nabok banget. Saya sempet kesel berat sama Kohei yang nggak mikir panjang dalam melakukan hal dan bikin Sae terluka. Saya lebih kesel lagi sama konflik yang bikin saya banjir di saat Sae mau nerima lamarannya Junichi. Hancoooor hatiku.

Walaupun endingnya bisa dibilang cukup memuaskan, tapi saya pikir feels yang ditabur di endingnya nggak sedahsyat ketika film berlangsung. Kurang memuaskan, buat saya, karena masih bisa dieksplor lagi kayaknya endingnya biar gak nanggung feelnya. protes mulu

Tapi, saya suka banget sama film ini ya karena tadi, feel di adegan-adegan kecilnya tuh dapet banget dan saya tenggelam beberapa hari dalam feelsnya ;; buat penggemar Gakky, Toma, dan Osamu, harus nonton lho!







2. Bokura Ga Ita, Zenpen (僕等がいた 前篇) (2012)

Film ini lho yang sebenarnya paling bikin saya nggak move on. Dari beberapa rekomendasi teman yang saya percayai, akhirnya saya nekat juga download movienya dalam satu hari dan langsung marathon. DAHSYAT. Tengah malam saya mewek-mewek geje dan besoknya di kampus saya udah gak berbentuk lagi otaknya. Nggak gitu konsen dengan mata terkantuk-kantuk. Tapi, film ini worth-it banget untuk ditonton!

Bokura Ga Ita ini sebenarnya live action dari manga/komik yang kita tahu judulnya "Here We Are". Saya sebenernya pernah baca satu komiknya di tempat meminjam dan nggak kuat mau lanjutin karena katanya banyak banget (bahkan sampai movie ini rilis pun komiknya masih on-going) #DAHSYATBANGET.

Bokura Ga Ita Zenpen ini punya major cerita dimana seorang gadis bernama Takahashi Nanami (Yoshitaka Yuriko) jatuh cinta pada cowok tertenar di sekolahnya, Yano Motoharu (Ikuta Toma). Nggak seperti kebanyakan cerita shoujo-manga soal cowok tenar, ternyata Yano ini punya memori yang cukup kelam soal kematian pacarnya. Bisa dibilang, Yano ini nggak bisa move on dari ceweknya yang ternyata sebelum meninggal pun mengkhianatinya karena balik-balik terus sama pacar lamanya.  Dari banyaknya gadis yang suka sama Yano, ternyata cuma Takahashi yang bisa bikin Yano mau coba untuk move on. Takahashi harus mau sabar dengan karakter Yano yang benar-benar sulit move on dari pacar lamanya ini. Di akhir cerita, Yano benar-benar jatuh cinta pada Takahashi. Tapi, mereka harus terpisah karena Yano harus pindah dari Kushiro ke Tokyo karena masalah keluarga.

TOMA IKUTA LAGI GUYS. Saya nggak ngerti karena dengan film ini, saya makin ngefans sama beliau ini. Di sini, memang peran Yano ini nggak gampang and sometimes he's accurately annoying. Ngebetein, mainin perasaannya Takahashi yang tulus karena masih kebayang-bayang almh. pacarnya. Tapi, Toma sukses banget mainin karakter ini dan saya nangis di banyak part. Takahashi ini juga benar-benar attached gitu sama Yano sampai akhirnya Yano sadar he's there to keep going. Banyak quote yang bikin saya tenggelam dalam feels dan sukaaa banget sama plotnya. Sinematografinya juga keren, gimana mereka menyingkat part-part yang seharusnya detil juga nggak mengganggu. Pokoknya, suka banget. Yang paling saya suka dari film ini adalah, film ini ngambil setting panjang banget, sepuluh tahun, kalau nggak salah. Konflik-konflik remaja yang mulai berubah jadi konflik dewasa yang bikin hati ketar-ketir sukses bikin saya tepuk tangan. Pokoknya, film ini bagus banget.






3. Bokura Ga Ita, Kohen (僕等がいた 後篇) (2012)

Bokura Ga Ita ini adalah kelanjutan dari Bokura Ga Ita Zenpen. Nggak bisa disebut sekuel karena ternyata kalian harus banget nonton film yang Zenpen dan lanjut ke Kohen.  Di Kohen ini, diceritakan Takahashi dan Yano sudah sama-sama lulus sekolah dan bekerja. Mereka nggak sekali pun bertemu sejak berpisah saat sekolah, tapi mereka tetap maintain LDRnya. Tapi, tiba-tiba Yano ini memutus kontak dengan Takahashi dan hubungan mereka akhirnya retak. Di satu sisi, Takahashi masih sama-sama dengan Takeuchi, teman dekatnya Yano waktu mereka satu SMA dulu. Takeuchi ini dari dulu sudah suka sama Takahashi dan di film ini akhirnya mereka pacaran. Yano nggak diketahui kabarnya dan konflik yang tersimpan di balik itu bikin saya sesek minta ampun.

Ini beneran, detik demi detik di film ini selalu bikin saya mewek kayak orang gila. Konfliknya nyiksa batin banget dan entah kenapa di sini saya makin suka sama Yano di saat semua orang nggak suka sama dia. Posisi dia di sini itu korban, buat saya. Dia ini dipermainkan takdir jahat yang ngunci dia di hal-hal buruk yang bikin dia selamanya nggak move on. Entahlah ya, tapi saya bener-bener suka konfliknya walau jadinya mewek semalaman.

Berhubung seperti yang saya bilang, kalau pas film ini rilis ternyata manga/komiknya masih on-going, ternyata ending yang nggak dikasih pun nggak begitu bikin hati nyesss. Memuaskan, tapi nggak bikin saya nangis sampai lompat dari balkon. #YANGGAK.

Tapi, secara keseluruhan, saya suka. BANGET. sama film Bokura Ga Ita ini. Masalah yang dikasih buat Takahashi dan Yano bikin mereka berdua strong dan tahu ke mana mereka seharusnya kembali walaupun sudah terpisah bertahun-tahun. Salut banget.





4. Aishiteru~Kizuna (アイシテル~絆~) (2011)

Yang saya nggak tahu, ternyata Aishiteru~Kizuna ini sekuel dari Aishiteru yang sebelumnya pernah tayang sebagai dorama. Saya sempat pontang-panting mikir gimana kalau saya nggak ngerti soal jalan ceritanya, tapi ternyata nggak khawatir karena film ini cukup menggambarkan past-times dan kita secara keseluruhan bisa tahu cerita di dorama Aishiteru. saya lebih khawatir bakal kuat mental apa nggak lihat Okada Masaki dan Osamu Mukai satu film

Aishiteru~Kizuna bercerita tentang kehidupan Morita Naoto (Okada Masaki) yang sudah dewasa dan tinggal terpisah dari anggota keluarganya, yaitu Ibunya dan kakak laki-lakinya, Morita Tomoya (Osamu Mukai). Naoto sudah menikah dan punya istri, yaitu Morita Kana (Mizukawa Asami). Naoto dan Kana dihantui rasa cemas Naoto soal masa lalunya tentang Tomoya, yang ternyata pernah membunuh temannya ketika masih kecil dulu. Konflik keluarga ini sempat membuat Naoto depresi dan berpikir kalau sebenarnya dia lebih baik nggak lahir daripada menderita terus dihantui bayang-bayang sebagai "seorang adik dari pembunuh". Lewat konflik-konflik maut keluarga ini, Naoto akhirnya bisa merasakan kalau semua anggota keluarganya, dan Kanna, selalu sayang padanya dan dia selalu punya alasan untuk hidup.

Seperti yang saya jelaskan di atas, SAYA DEPRESI KARENA MUKAI DAN MASAKI KOK ADA DI SATU FILM. Jadi adik-kakak, pula. Maksudnya----(ilang sinyal)

Oke, nggak seperti tiga film lainnya, genre film ini lebih ke comfort/hurt-nya family. Saya bisa membayangkan gimana hidupnya Naoto dengan bayang-bayang dia adalah adik dari kakak laki-laki yang pernah membunuh ketika umurnya 10. Di sini banyak pesan yang bisa dikasih dan saya suka gimana akhirnya Naoto bisa menjalin hubungan lagi dengan kakaknya walaupun mereka benar-benar hidup terpisah. Saya sebenarnya agak nggak suka dengan Ibunya Naoto dan Tomoya yang terkesan mengasingkan Tomoya setelah kecelakaan itu. Entah kenapa rasanya nggak adil, disaat Tomoya benar-benar menyesal dia bahkan nggak bisa bertemu keluarganya lagi. Di sini emang Naoto menikah dengan Kana, tapi konflik paling menonjol memang ditampilin buat Naoto sebagai laki-laki Morita yang depresi karena punya kakak pembunuh. Filmnya sederhana, tapi bagus. Saya nggak tahu mau komen apalagi karena ternyata tau-tau pas filmnya habis saya balik rambling soal Mukai (.....)

Sampai bertemu di review-review selanjutnya!









Labels: , , ,



Posted by Taree @ 11:21 AM. 0 Comment .

0 Comments:

Post a Comment




Rewind                     Home                     Fast Forward


Amigos

Arina Listyarini
Pradnya Emeralda
Zaskia Osya Denaya
Tante Inne Larasati
Shafira Anjani
Sista Tamara
Eka Wahyuni
Irham Ramadhan

Archive




Credit

Cursor by Cursor 4u. Background: x x x Powered by Blogger. Original skin by Arina and another credit from her here