Monday, September 8, 2014
#276 Menulis dan Membacalah Selagi Bisa!
Ini bukan postingan motivasi atau semacamnya, tapi mungkin lebih ke sharing-sharing aja soal pengalaman menulis yang menurut saya cukup berharga dalam hidup saya. (CEILAH) Saya lupa kapan saya kepikiran untuk nulis ini, jadi mungkin saya nggak bakal nulis semua yang saya pikirkan waktu itu sekarang, maklum, pelupa.Saya suka baca. Itu basis kehidupan saya dari kecil; maksudnya, minat membaca itu sudah muncul bibitnya sejak saya sekecil biji kacang hijau (.....) saking kecilnya. I read everything. Like, every, single, thing. Dan ketika itu, kedua orang tua mendukung minat saya dan saya dibelikan lumayan banyak buku yang saya baca sampai halamannya lusuh-lusuh. Tetangga dekat rumah punya banyak koleksi buku yang bisa saya baca satu per satu setiap hari. Di usia 5-6, saya yang sebenarnya dari kalangan biasa-biasa dengan didikan yang tidak pernah menjurus ke arah budaya luar dan sebagainya, tahu bahasa inggris dan tahu banyak cerita legenda dari western. Minat ini kemudian berlanjut sampai sekarang, dan akan terus berlanjut sampai nanti.
Something interesting, is, entah pada tahun ke berapa saya mulai demen nulis-nulis cerita yang entah itu mutu apa nggak, di buku tulis. Sudah SD sih, tapi kelas berapa persisnya saya nggak ingat. Ceritanya ya nggak usah ditanya, cetek banget. Ada cerita hantu legenda sekolah lah, cerita-cerita romens anak kecil picisan lah, ah pokoknya aib banget. Minat baru ini juga masih diikuti dengan minat lama saya yaitu baca sampai sekarang. Pas kelas 2-3 SMP, saya kenal K-POP dari teman. Saya baca fanfiction. Wawasan saya soal tulis-menulis berubah. I started writing fanfictions that time, some are published (BUT NO I WON'T TELL YOU WHERE HAHAHA). Saya mulai coba-coba nulis pakai bahasa inggris, walaupun alay-alay grammar ngaco plot butut bisa-bisanya aja saya pede jaya mempublikasikan hasilnya dan orang lain baca.
Baru beberapa lama sebelum ini saya sempat terpikir,
Gaya menulis saya berkembang dan berubah dari waktu ke waktu. Soal kualitasnya, saya nggak berani komentar, tapi yang jelas dari segi deskripsi dan diksi segala macamnya saya pikir saya mendapatkan banyak pelajaran dari hal-hal kecil yang sebenarnya memang cuma berasal dari minat kecil aja. Hal ini, saya pikir, juga didukung oleh buku-buku apa yang saya baca selama saya mengembangkan minat menulis. Saya malah sempat berpikir, what you write resembles what you read. Gak bisa memastikan validitasnya tapi saya pikir ada korelasinya. Salah seorang teman yang sebetulnya nggak terlalu minat menulis tapi punya minat baca yang tinggi, sekalinya menulis punya something special on what she wrote.
Apalagi yang minat menulis?
Selain sebagai minat, menulis ini sebenarnya buat saya merupakan salah satu bentuk stress-coping yang manjur. Kalau orang kebanyakan stres melakukan hal-hal lumrah seperti tidur, atau makan yang banyak, menangis, atau malah merokok, saya bisa mengatasinya dengan menulis. Senangnya, menulis sebagai bentuk stress-coping memberikan efek positif yang jauh lebih banyak ketimbang macam-macam stress-coping lainnya yang saya juga pakai. Nothing to lose and I get more, malahan. Gara-gara ini, saya jadi keranjingan nulis tentang apapun, hal yang nggak penting bahkan.
Makanya, saya kesal kalau ada orang yang bisa seenaknya judging terhadap 'kualitas' tulisan orang lain.
Buat saya, the written works from people who have guts to write is better than people who don't even give a single damn. Nggak pantas kalian mengatakan kualitas akan sesuatu yang sebenarnya merupakan hal positif yang bisa dilakukan orang lain selagi dia bisa. Nggak banyak orang yang bisa meluapkan banyak hal lewat tulisan, jadi jangan dengan mudahnya merendahkan. Anyway anyhow, individual differences applied. Tastes applied. What else the reason you have to judge?
Intinya, writing, for me, brings positive energy. Menulis membuat saya mendapatkan banyak teman baru, wawasan baru, pengetahuan baru, juga bermacam pengalaman yang rasanya nggak akan pernah saya dapatkan andaikan saya nggak 'nyemplung' langsung untuk nulis. Untuk mendukung tulisan, reading will help. Trust me ;)
Jadi, membaca dan menulislah selagi bisa!


0 Comments:
Post a Comment