Monday, December 22, 2014
#289 9 best movies I've watched this year
3rd challenge accepted! Padahal besok masih ada uas walaupun terakhir, tapi rasanya mood lagi oke banget buat diabaikan. Mungkin ini akibat kemarin habis ganti skin jadinya lagi seneng-senengnya ngepost. Hahaha. Anyway, milih 9 dari banyaknya film yang saya tonton tahun ini susahnya minta ampun... dan gak usah kaget kalau ternyata alasan saya dibalik terpilihnya film-film ini cetek (dangkal) banget. I just love it.1. About Time (2013)
Film british; jadi hal pertama yang bikin saya betah nontonnya adalah aksen british yang seksi bertebaran di mana-mana.
2. Big Hero 6 (2014)
Anak nongkrong bioskop mustahil lah ya belum nonton film ini. Saya yang biasanya nggak terlalu semangat nonton film animasi terguncang skala berat setelah nonton film ini, asli. Dari seratuspersen persentase yang disajikan, kayaknya 50:50 saya pake buat mood swing kayak orang bodoh. Habis ketawa-ketawa gila, langsung nangis; gitu-gitu terus selama dua jam. Bayangkan betapa pintarnya film ini bikin saya kesel dalam teater. Wakakaka =)) Btw, saya ngeceng parah Tadashi (adiknya tokoh utama di film ini) yang endingnya nggak bisa lebih tragis lagi.... And yes, Baymax, I'm satisfied with your care :)
3. He Loves Me..., He Loves Me Not / À la folie... pas du tout (2002)
Kalau About Time bisa bikin saya tertarik karena di awal film saya udah bisa dengan peka dapet aksen british yang seksi, film ini justru di awal-awal bikin saya kliyengan sampe mikir mau nunda nonton gegara bahasa prancis-nya yang bikin geli telinga. Yes, film ini film Prancis dan genre-nya psikologi. Ada sajian yang kaitannya kental banget sama psikologi, dan kalian gak perlu takut cuma anak psikologi doang yang bisa nikmatin ini karena unsur psikologi yang dikasih gak serumit film-film psikologi lain (???). Akting pemeran utamanya bagus banget saya sampe gatel mau applause. Anyway, sampe ending filmnya saya merinding banget saking gilanya. Gila---gak ngerti lagi mau kagum kayak apa.
4. Hidamari no Kanojo / The Girl in Sunny Side (2013)
Kalau yang ini, jelas banget lah ya dari namanya juga kalau ini film jepang. Yang main juga aktor aktris terkenal (Matsumoto Jun & Ueno Juri). Di luar setting romance yang dominan, film ini punya sudut fantasi yang bikin saya tercengang habis-habisan waktu nonton. Saya sebenernya selalu sangsi tentang bagaimana orang bisa menyatukan dua genre yang bedanya jauh banget sampai takut filmnya jadi alay atau apa--tapi film ini jadinya bagus minta ampun; dan kalau saya boleh pinjem istilah postingan kemarin, filmnya rawan baper banget. Classic and beautiful, totally my taste :3
5. Kanojo wa Uso Wo Aishisugiteru / The Liar and His Lover (2013)
Film Jepang yang saya tunggu-tungguin dari akhir 2013! Kampret emang baru rilis Juni dan saya langsung kalap nonton 2x tanpa sub kayak iya ngerti obrolannya aja. Impulsif, impulsif. Tapi setelah saya dapet subtitlenya dan nonton dengan kepala dingin, ternyata nggak heran kalau film ini "besar" di negaranya sebelum dvdnya rilis: 1) Takeru Sato as music prodigy (come on, he is too great to be called only "good") 2) Perfect conversion from manga to live action. Saya mungkin bias parah sama Takeru Sato tapi asli akting dia di sini okenya nggak main-main, apalagi karena saya juga udah nonton film-film dia yang lain. Btw, selain suka filmnya, saya juga suka banget sama soundtrack-nya. Paling suka itu yang pernah saya post juga, lagunya Crude Play yang Graduation.
6. My Old Classmate (2014)
Saya nggak tahu ini film Hongkong atau Taiwan intinya ini film mandarin dan efek bapernya sama kampret ketika saya nonton You Are The Apple of My Eye. Ya gak sama-sama amat tapi karena tema yang diambil mirip dan beberapa scene memang terinspirasi dari YATAOME jadinya gimana gak kecampur aduk? Permainan plot dengan jarak waktu yang panjang banget itu lho yang sebenarnya lethal banget. Saya lemah banget sama film yang ambil range waktu plot-nya panjang, soalnya. Oh, sekadar info, saya galau berhari-hari habis nonton film ini cuma gegara quote "The world really defeated us."
7. Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno (2014)
Akibat excited gak karuan setelah nonton Rurouken yang pertama, saya nekat nonton rurouken yang ini ke bioskop jauh-jauh dari Nangor - PVJ. Dan.... nggak mengecewakan. Nggak mengecewakan = NGGAK MENGECEWAKAN. Filmnya sangat dipersiapkan dengan matang setelah dua tahun off dari film yang pertama; dan seperti yang sudah saya sebutkan juga: you can't put even a single doubt on Takeru Sato's role as Kenshin here.
8. Rurouni Kenshin: The Legend Ends (2014)
SELANG SEBULAN DOANG. Sama cerita kayak Kyoto Inferno, nonton ke Blitz bekal nekat tapi hasilnya emang happy nggak ketulungan. Keseluruhan, sebenarnya di The Legend Ends ini banyakan action ketimbang plot-plot konversasi kayak yang di Kyoto Inferno. Takeru berhasil menuntaskan perannya dengan indah dan membuat saya tambah bias sama dia. Huhu. Kalian-kalian yang tahu anime "samurai x" yang tayang di sini harus coba nonton deh, who knows cocok kayak aku kan :)
9. Sybil (1976)
Paling terakhir yet paling jadul. Ini mah boro-boro saya udah lahir, Mama saya aja umurnya masih 8 tahun pas film ini rilis. Dan.... seperti film nomor 3, film ini genre-nya Psikologi. Cuma emang agak lebih berat karena simptom yang muncul juga nggak lumrah. Saya muji banget aktingnya pemeran Sybil di sini; karena who else could play that great as a person who suffers from DID? Kerennya gak ada obat, walaupun emang harus cari tempat yang comfortable dan spare time yang banyak buat nonton karena film ini durasinya 3 jam dan kalau kalian kelewatan satu scene bisa-bisa kehilangan clue dan feeling ke filmnya. Yang kuliah jurusan psikologi kayak saya, mungkin coba deh tonton biar khatam ilmu Psi. Abnormalnya. Hahhaa. Oh ya, Sybil juga adalah film yang endingnya bikin saya merinding parah. You can guess how glorious the movie is with my testimonials.
Labels: challenge, j-movie, me, movies, review



0 Comments:
Post a Comment