Tuesday, December 30, 2014

#290 9 "big" things I've done this year

Sejujurnya: 2014 is my productive year. Produktif dalam arti kata literal produktif; alias saya "kejar setoran" pengalaman tahun ini dengan nyobain banyak hal dan gak mikir panjang pada konsekuensi. Awalnya, as a melancholic type, high worry approached like hell. In the end, give and take-nya oke banget. Dengan kata lain, saya nggak nyesal sama sekali membuat tahun 2014 menjadi tahun terproduktif di umur yang udah berkepala dua.

Soooo, berhubung ini lagi gak mobile banget dan nggak tahu mau pakai gambar apa untuk mewakili review yang ini... let's go.

this pretty much sums up my whole year yoohoo! ampun banget rambutnya



9 "Big" things I've done this year


1. Ikutan kepengurusan BEM Fakultas masa jabatan 2014

"This pretty much sums up my whole year" is here! Sebenarnya ditaruh di awal bukan dalam urutan skala ter- atau apa, tapi karena emang awal tahunku dipakai untuk daftar di kepengurusan BEM ini dan karena setahun penuh jadinya tahu banget gak sih rasanya.... setahun penuh bareng temen-temen memperjuangkan sesuatu dan dapetin hal yang baru. Tahu nggak sih, kekhawatiran saya dan pemikiran saya untuk masuk BEM itu dulu banyaaaak banget, sampai-sampai kalau diinget lagi jadinya mau ngakak. Gila, saya melankolis banget sampai mikir macam-macam dan bahkan berekspektasi sendiri ketika saya sebenarnya belum ada bayangan soal "cara kerja" di BEM sendiri. Turned out it was really, really fun. Nggak bakal ada yang nyaingin perasaan memberi dan menerima dengan dahsyatnya bersama orang-orang yang kamu sayang dan sayang sama kamu. Nggak bakal. Dari proker awal sampai proker akhir, dari yang semangat-semangatnya sampai ilang-ilangan karena stress dan balik lagi, nggak bakal ada yang nyaingin dinamikanya. Dibimbing, dituntun tapi terus bisa kreatif dan berkarya--dan yang jelas, saya bisa jadi lebih peka sama kampus dan kenal sama kampus. tengsin banget udah 3 tahun jadi mahasiswa tapi nol gede soal kampus sendiri

Great to work with you guys. Kalian adalah tim terbaik saya tahun ini. Muaxxxx.


2. Ikutan kepanitiaan PMB 2014 di divisi Observasi

The second big thing is here. Ditulis kedua karena emang paling gak kelupain selain ikutan BEM setahun masa kepengurusan. Saya pernah cerita nggak sih, kalau tradisi PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) fakultas saya tuh unik? Kami, sebagai mahasiswa psikologi, sangat berpikir keras mengenai esensi PMB yang dilakukan, karena sedikit saja salah treatment akan berakibat fatal untuk well-being mahasiswa barunya selama berkuliah. Kalau mau kasarnya, kami tuh ya sebagai panitia diospek dulu sebelum ngospek. Nggak dapet liburan oke, dapet tapi pas lebaran doang 10 hari dan banyak rapat-rapat dan latihan (ini khusus divisi2 tertentu aja ya, salah satunya divisi yang saya pilih, divisi observasi).

Tahu seberat itu, kok dipilih? Inilah saya.

Tahun kemarin, 2013, saya sempat mendaftar untuk divisi yang sama dan ternyata saya nggak diterima. Penasarannya sampe menahun banget karena saya sejak masuk kampus sebenarnya udah penasaran banget sama cara kerja divisi yang satu ini. Selain kita kerja gak main-main, kita juga mendapatkan pembelajaran yang banyak banget dari metode-metode yang dipake dan pemahaman tentang PMB itu sendiri. Masokis lah, kalau mau dipersingkat. Kalian mungkin nggak percaya porsi latihan apa yang saya dapat, tapi selama bulan puasa saya nggak dapat libur ketika orang lain liburan itu, saya berlatih seminggu tiga kali sampai banjir-banjir keringet dari habis Isya sampai Subuh. LITERALLY SUBUH WAKTU SAHUR.

Worth it? Worth it. That's why I said it's a big thing.


3. Books

BAIKLAH mungkin ini gak bisa dikategorisasikan ke dalam "big" thing dalam sudut pandang umum, tapi menurut saya ini bisa dimasukkan ke dalam hal-hal unforgettable yang saya dapat selama 2014. Apa? Saya baca buku dalam jumlah yang cukup banyak. Nggak akan saya sebut jumlahnya tapi ini jauh lebih produktif daripada tahun kemarin yang saya aja lupa setahun baca buku apa aja. Tahun ini saya sering ke Taman Bacaan dan minjam macam-macam buku; mulai dari komik sampe buku-buku tebel yang bisa dijadiin bantal, juga beli-beli buku impor yang harga sebijinya lumayan bisa beli 5 porsi chatime ukuran large. FOKUSNYA SALAH

Saya senang kalau minat baca saya yang kemarin-kemarin tahun sudah di ambang mengkhawatirkan sekarang tumbuh lagi seperti bunga sakura yang mekar di musim semi. halah

Btw, for this point, saya selalu terima rekomendasi buku bagus lho :)


4.Mooooviessss

Saya ngerasa saya dapet pelarian yang oke banget tahun ini ketika stres--nonton film. Saya nggak paham tapi tahun ini harddisk external saya sampai saya bersihin dari file2 lama demi nyimpen file2 film baru. Bukan drama lho ya, film. Means sebenarnya saya mendapatkan banyak plot dan sudut pandang yang bermacam-macam dari jumlah film yang sudah saya tonton. Kalau mau tahu yang saya suka sudah ada reviewnya kan di post sebelum-sebelum ini. Oh iya. Dari hobi baru saya ini (kalau boleh disebut hobi ya...) saya juga ngerasa lebih open-minded dan santai ngejalanin hidup ketimbang pas mabok kpop dulu


5. Guitar

Malu banget nyantumin ini karena sebenarnya belajarnya baru banget dan saya juga belum menguasai chord-chord dasarnya untuk mainin lagu2. Sebenarnya niat belajar gitar ini tuh udah lama banget dari tahun lalu kalau gak salah, waktu saya ke Cimahi ngebetulin gitar sambil cari tas-nya. Tapi... ya gitu, wacana. Sudah selang nyaris setahun baru saya ada chance buat belajar dari temen yang sudah bisa dan lagi belajar juga. And it's fun. Sooo much fun. Like, you create your own music and lead yourself to sing over it. Saya cuma bisa mainin satu lagu: Lost Stars-nya Adam Levine. Itu pun karena chord-nya gampang (gaya....). Pengen deh upload hasil ngegitar itu sambil nyanyi tapi have no guts enough heuheu


6. I can go home after 6 PM!

A6. Ini tuh salah satu hal yang patut saya banggakan setelah tiga tahun nyangkut di Jatinagor buat kuliah. Saya dulunya gak pernah berani udah gelap gitu di luar rumah; boro-boro Jatinangor--tempat deket aja saya gak berani kalau sendirian. Nah, karena berbagai tuntutan, salah satunya adalah deskripsi nomor pertama, saya mau gak mau harus belajar membuat pilihan sendiri di luar pilihan yang ada; karena sesungguhnya saya paham saya ingin pulang ke rumah walaupun jam bus udah kelar (bus yang ngangkut saya pulang jam terakhirnya jam 6 sore), tapi juga nggak bakal maksain kalau kegiatannya emang separah saya harus pulang jam 9 atau 10 malam. Jadilah, saya memutuskan untuk nyoba pulang naik travel. And it works out. Sekarang jadi gak terlalu heboh kalo harus pulang malem =)) *NORAK*


7. Itu lho...

Nyebutnya ogah. Hahaha. Intinya, I had this thing for so damnnnn many years and I couldn't let it go until this August. This so-called-heart-related-feelings yang nyiksa akhirnya udah saya lepas dan saya buang jauh-jauh untuk kesejahteraan saya pribadi because I know I can't go on like this forever because life, too, goes on. Sedinamis itu hidup dan saya nggak mau jadi satu-satunya manusia statis. There it went, emang perih sih but I did it. Tinggal jadiin cerita, ra popo lah. Asal saya gak kesiksa terus kayak yang kemarin-kemarin. I have to start my new own story, toh.


8. Writing

PEDE JAYA TJOI. Gak ding. Saya ngerasa saya lebih kreatif dalam menulis tahun ini, setelah saya lihat-lihat post-post tulisan fiksi saya ke belakang. Gak dilihat dari kualitasnya aja, tapi secara kuantitas saya merasa lebih produktif menulis tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Saya juga ngerasa dapet banyak dukungan moril dari setiap-setiap orang yang baca dan akhirnya jadi terdorong terus buat ekspresiin ide-ide aneh di kepala saya yang gabisa saya ungkapin selain dengan cara ditulis. Well well, not to mention but if you haven't read any single of them, you can try on. Saya nggak sediain kresek kalau mau muntah tapi.... *HEH*


9. I wear jilbab now

I almost forget to write about this.... padahal sebenarnya ini lebih bermakna dan lebih terkesan "big" daripada yang lain.. tapi gak apa lah ya untung masih inget. I don't know, I can't remember really well, but, at day on June, saya tiba-tiba merasa terpikir kalau saya sudah harus menggunakan jilbab. Pertamanya lewat mimpi; then karena saya emang orangnya die-hard thinker akhirnya kepikiran terus dan sebagainya sampai akhirnya saya ngerasa bener-bener terpanggil untuk berjilbab. Anyway, di antara temen-temen yang lain, saya tergolong yang paling telat dapet "panggilan" sampe mereka seheboh itu waktu tahu saya berjilbab betulan. Lupa jelasnya, tapi seinget saya saya mulai pake jilbab beberapa saat setelah saya ulang tahun, which is pas liburan, makanya yang pertama kali lihat saya berjilbab ya rekan-rekan divisi observasi di PMB waktu itu. Semoga dengan pake jilbab ini keimanan saya menebal dan bisa terus bisa memperdalam kekuatan spiritual dalam beragama. Aaamiin.

Labels: ,



Posted by Taree @ 8:29 PM. 0 Comment .

0 Comments:

Post a Comment




Rewind                     Home                     Fast Forward


Amigos

Arina Listyarini
Pradnya Emeralda
Zaskia Osya Denaya
Tante Inne Larasati
Shafira Anjani
Sista Tamara
Eka Wahyuni
Irham Ramadhan

Archive




Credit

Cursor by Cursor 4u. Background: x x x Powered by Blogger. Original skin by Arina and another credit from her here