Monday, April 27, 2015
#305 Dependency vs Independency
Nggak tahu kenapa kayak ngerasa punya urgensi nulis ini di sini setelah tadi siang dapat insight dari seorang teman yang cerita sama saya soal hal yang berkaitan. Ini mungkin sederhana, tapi juga rumit. Saya cuma mau sharing-sharing berkaitan pengalaman saya dan thoughts yang nyangkut di kepala saya sekarang setiap kali ada yang cerita tentang hal ini. Mungkin bakalan panjang dan bahasa saya kadang suka bingungin, so prepare yourself; here we go.I used to think that actually, being free means we have no needs to get close to anybody. Mungkin kalau pakai bahasa zaman SD/SMP, nggak perlu lah ya, yang namanya punya geng atau temen-temen yang nempel ke mana-mana barengan. Kalau bahasa kuliahnya (halah), we don't need to get attached. Kita bisa bebas bergaul dengan siapapun, tanpa takut ditinggalkan atau bergantung sama kehadiran orang-orang tertentu. Kita bisa jadi independen, we can stand on our own feet.
Tapi ini gak berarti kita gak butuh orang lain lho. Kodrat manusia sebagai makhluk sosial itu nyata, makanya ada yang namanya aliran humanisme. Saya senengnya minta ampun ketika saya sadar kodrat ini benar-benar penting dari beberapa materi yang saya dapatkan selama kuliah, juga dari teman-teman saya yang ngajarin kalau sebenernya fenomena "teman itu punya peran penting untuk kamu di masa-masa kritis" itu beneran ada. Menjadi independen nggak selalu ber-indikator kalau kita gak dekat sama siapapun. Menjadi independen berarti kita bisa dekat sama siapapun dan gak terikat sampai gak bisa lanjutin hidup tanpa dia. Tapi (lagi), kita nggak se-capable itu lho untuk dekat sama semua orang. Dekat konteks ini tuh udah lebih intens lagi, karena toh kita nggak akan sehari-hari cuma menjalani hidup yang ecek-ecek. Say, sebagai mahasiswa, saya sering banget ngeluh tugas banyak. Capek. Kuliah sampe sore terus. Kegiatan kemahasiswaan nggak habis-habis. Akan ada saatnya kita butuh tempat untuk diceritakan, dan menurutku di saat seperti itu bercerita ke teman dekat adalah opsi yang paling oke.
Kenapa?
Soalnya mereka ketemu kita tiap hari. Mereka hidup di zaman dan detik yang sama dengan kita, ngehadepin masalah sosial yang sama juga. Mereka bisa ngebantu kita memecahkan masalah yang mungkin mereka hadapi juga. Dari perspektif mereka. Kadang manusia emang susah untuk memecahkan masalah karena perspektif mereka belum terbuka luas, dan membuka perspektif luas ini salah satunya bisa dilakukan dengan banyak interaksi intens dengan teman. Kalau kita lagi ada masalah dan kita stuck untuk nge-solve masalah itu, siapa tahu mereka punya cara yang nggak kepikiran sama kita sebelumnya. Atau, kalau kita lagi merasakan suatu hal yang kerasa ngeberatin pundak banget, mereka bisa lihat sisi itu dari perspektif yang lain. Ini, adalah hal yang menurutku paling priceless.
Mereka bisa bantu kita untuk paham dunia dari sudut pandang yang lain. Nggak setiap orang yang merengut itu marah. Nggak setiap orang yang menangis itu sedih. Nggak setiap orang yang nggak dekat sama kita itu nggak mau dekat. Bisa jadi mereka takut. Bisa jadi mereka segan. Bisa jadi mereka nganggep kita yang nggak mau dekat sama dia. Kita mungkin nggak akan paham perspektif-perspektif ini tanpa bantuan orang lain; dan karena masalah kayak ginian sifatnya personal dan gak mungkin dibeberin ke semua orang, that's why we need close friends. Kita akan lebih banyak berpikir negatif dan punya prejudice kalau kita nggak paham dari sudut pandang lainnya.
Tapi, balik lagi ke dependen vs independen. Nggak selamanya dekat dengan orang lain membuat kita ketergantungan. Konsep kedekatan emosional dan ketergantungan itu kayak sekilas mirip tapi beda. Kedekatan emosional kita dengan orang lain justru mungkin malah bisa menjadi basis kita untuk tumbuh menjadi individu yang independen. Kenapa? Karena menurut saya, dengan adanya kedekatan emosional dengan orang lain, kita akan semakin banyak dapet feedback untuk memperbaiki diri. Dengan memperbaiki diri terus-menerus, identitas diri kita akan terbentuk, and that's how you become yourself. Free. Independent. Not attached.
Kayak. Kalau dijabarin dengan poin, punya teman dekat tuh berarti:
but doesn't mean:
Karena lebih baik kita bertukar pikiran sama beberapa orang, seenggaknya satu, daripada tidak sama sekali. Karena kalau begitu, orang lain selamanya nggak bakal tahu apa yang ada di kepala kita. Kalau mereka nggak tahu, gimana mereka mau mengerti kita?
Good luck. xx
Labels: friendship, random, rants, thoughts


3 Comments:
Aku termasuk orang independen. Punya sahabat sebenarnya untuk fun, sedangkan independen untuk survival :)
Aku termasuk orang independen. Punya sahabat sebenarnya untuk fun, sedangkan independen untuk survival :)
Hehe, goodluck! Sahabat kadang nggak cuma untuk fun, kok, bisa untuk modal survival juga kalau lagi bermasalah. Semangat terus! :)
Post a Comment