Thursday, February 12, 2015

#297 ONE OK ROCK'S 35xxxv album

Before I start I just need to warn you that this is not a proper review. I've just listened to them (their new songs) and this probably just what first impression looks like. Habis gatel gak tau mau ngadu ke mana lagi (???) dan kalau mau ngoceh ke temen-temen enaknya mereka udah denger juga; dan kayaknya temen-temen saya sesama fans OOR belum banyak yang udah dengerin dan kita belom keep in touch lagi buat fangirlingan karena masih liburan, soalnya biasanya saya flailingan soal OOR ini ngoceh-ngoceh langsung sambil kuliah gitu.

YA UDAH SIH, PENTING AMAT NGOMONGIN ITUNYA.

Jadi, sejak year-end 2014 kemaren saya udah antisipasi abis-abisan album ini karena udah kangen banget sama OOR like kangen banget orz. Terus ternyata, pas tanggal rilis, which was kemaren (11/02), saya malah nggak available buat stand by dengerin gitu, jadi baru malem ini ngedengerinnya dan karena saya butuh cukup lama waktu buat deskripin satu per satu lagu, jadi saya tulis keseluruhan aja, yak.


This album's composed of thirteen songs, and the list is:

01. 3xxxv5
02. Take me to the top
03. Cry Out
04. Suddenly
05. Mighty Long Fall
06. Heartache
07. Memories
08. Decision
09. Paper Planes (featuring Kellin from Sleeping with Sirens)
10. Good Goodbye
11. One by One
12. Stuck in the middle
13. Fight the night


Let's not talk about each song but those who take my interests instantly.

Minus Mighty Long Fall dan Decision yang sudah jadi racun tahun lalu gegara jadi soundtrack Rurouni Kenshin, saya paling penasaran sama Heartache, sih. Heartache juga soundtrack Kenshin, di seri terakhir (The Legend Ends); dan saya udah sempet dengerin lagunya yang versi hujan alias yang masih kasar dan kualitasnya low gitu. Dan karena saya kadang orangnya ngesok elit dan picky kalau dengerin lagu yang kualitasnya low, akhirnya sekali denger saya gak denger-denger lagi. Alhasil, pas dengerin Heartache pertama langsung kebaper heboh gak jelas. Their ballad/slow song would never dissapoint me, perhaps. Mungkin charm band rock adalah ketika mereka nyanyi lagu yang tempo-nya lambat kedengerannya jadi meaningful dan wholeheartedly sung gitu. Atau, at least that's why I feel to OOR everytime they have slow-tempo song. Suara Taka nggak bisa dikomen lagi lah ya, juga skill-skill yang lain; gitar, bass, drum; sudahlah. Falling in love with them means I deeply in love with each instrument, too.

Selain heartache, lagu lain yang bikin saya langsung suka itu Cry Out. Nggak paham kenapa, mungkin karena melodi-nya earcatchy banget buat telinga saya. Selain Cry Out, Good Goodbye sama Stuck in the middle juga enak. Oh, talking about the controversy, album ini kan katanya direcord di US gitu ya, sesuai gitu sama mimpi mereka dari awal pas debut ngeband, terus banyak fans yang komplain gitu karena they sound not like japanese rock band anymore. Selain banyak banget lagu yang bahasanya dominated by english (sebenernya menurut saya this happened long while ago with Jinsei x Boku in 2012), melodi sama beat-nya juga "katanya" jadi kayak american band. Mau nggak mau, ya, sebenernya saya mengakui juga. They improved so much and they got so many influences, too. Sama kayak masalah lirik, sebenernya mereka udah mulai kedengeran not-so-jrock-anymore itu sejak album lalu, which is nggak masalah-masalah amat selama tetep berada di genre rock buat saya. Cuma yang kerasa banget itu tune sama melodinya, sih. Saya kebiasa denger jrock dengan musik yang "kaya" di bagian melodi, dan sejauh saya denger lagu-lagunya OOR, menurut saya lagu mereka yang paling jrock itu Jibun Rock. Subjective ear, ya.

Eh. Lanjutin ke kontroversi yang tadi dong. Di salah satu lagu, Paper Planes, they collaborate with Kellin from Sleeping With Sirens (WHICH IS ONE OF MY FAVORITE BAND, TOO.)  Nah. Lagu ini jadi banyak obrolan juga. Sama kayak lagu lain, fans banyak komplain kalo lagu ini not-so-oor song. Kagetnya, saya langsung setuju pas denger intro-nya. Tapi saya mikir juga sih. Namanya kolaborasi. They got to have something different, too. Dan ke tengah-tengah lagu ternyata it sounds pretty good dan nggak aneh-aneh amat. Mungkin saya udah kebal kali dulu dengerin lagu-lagu kpop yang mix-nya udah bener-bener aneh sampe nggak paham campuran intro ke chorus nyambungnya di mana. So, for me, Paper Planes is good.

One thing about this album that different from other albums is that, SCREAMO TAKA IS BACK AREN'T YOU NOTICING? Gila. Karena tahun lalu di antara jeda saya fangirling OOR saya sempet gila banget sama MY FIRST STORY, which is band adeknya Taka, si Hiro, saya ngerasa kalau they sound so much alike. Kalo lagi screamo saya udah nyaris gak bisa bedain ini Taka atau Hiro gitu. Dan karena saya udah keburu resisten sama lagu2 lama OOR dan genre post-hardcore-nya MFS, akhirnya saya ngerasa fine-fine aja sama screamo-screamo di album ini. Wakakakaka. I'm so glad for both. But for this post, of course saya jatoh sejatoh-jatohnya buat OOR. Long patience's paid off =))


In my first impression, so far my favorite's song is Cry Out. :D



WASSALAM PANJANG BANGET MBAK? inilah akibatnya penantian panjang yang terbayar.


Labels: , , , , , , ,



Posted by Taree @ 8:33 PM. 0 Comment .

0 Comments:

Post a Comment




Rewind                     Home                     Fast Forward


Amigos

Arina Listyarini
Pradnya Emeralda
Zaskia Osya Denaya
Tante Inne Larasati
Shafira Anjani
Sista Tamara
Eka Wahyuni
Irham Ramadhan

Archive




Credit

Cursor by Cursor 4u. Background: x x x Powered by Blogger. Original skin by Arina and another credit from her here