Thursday, February 12, 2015

#297 ONE OK ROCK'S 35xxxv album

Before I start I just need to warn you that this is not a proper review. I've just listened to them (their new songs) and this probably just what first impression looks like. Habis gatel gak tau mau ngadu ke mana lagi (???) dan kalau mau ngoceh ke temen-temen enaknya mereka udah denger juga; dan kayaknya temen-temen saya sesama fans OOR belum banyak yang udah dengerin dan kita belom keep in touch lagi buat fangirlingan karena masih liburan, soalnya biasanya saya flailingan soal OOR ini ngoceh-ngoceh langsung sambil kuliah gitu.

YA UDAH SIH, PENTING AMAT NGOMONGIN ITUNYA.

Jadi, sejak year-end 2014 kemaren saya udah antisipasi abis-abisan album ini karena udah kangen banget sama OOR like kangen banget orz. Terus ternyata, pas tanggal rilis, which was kemaren (11/02), saya malah nggak available buat stand by dengerin gitu, jadi baru malem ini ngedengerinnya dan karena saya butuh cukup lama waktu buat deskripin satu per satu lagu, jadi saya tulis keseluruhan aja, yak.


This album's composed of thirteen songs, and the list is:

01. 3xxxv5
02. Take me to the top
03. Cry Out
04. Suddenly
05. Mighty Long Fall
06. Heartache
07. Memories
08. Decision
09. Paper Planes (featuring Kellin from Sleeping with Sirens)
10. Good Goodbye
11. One by One
12. Stuck in the middle
13. Fight the night


Let's not talk about each song but those who take my interests instantly.

Minus Mighty Long Fall dan Decision yang sudah jadi racun tahun lalu gegara jadi soundtrack Rurouni Kenshin, saya paling penasaran sama Heartache, sih. Heartache juga soundtrack Kenshin, di seri terakhir (The Legend Ends); dan saya udah sempet dengerin lagunya yang versi hujan alias yang masih kasar dan kualitasnya low gitu. Dan karena saya kadang orangnya ngesok elit dan picky kalau dengerin lagu yang kualitasnya low, akhirnya sekali denger saya gak denger-denger lagi. Alhasil, pas dengerin Heartache pertama langsung kebaper heboh gak jelas. Their ballad/slow song would never dissapoint me, perhaps. Mungkin charm band rock adalah ketika mereka nyanyi lagu yang tempo-nya lambat kedengerannya jadi meaningful dan wholeheartedly sung gitu. Atau, at least that's why I feel to OOR everytime they have slow-tempo song. Suara Taka nggak bisa dikomen lagi lah ya, juga skill-skill yang lain; gitar, bass, drum; sudahlah. Falling in love with them means I deeply in love with each instrument, too.

Selain heartache, lagu lain yang bikin saya langsung suka itu Cry Out. Nggak paham kenapa, mungkin karena melodi-nya earcatchy banget buat telinga saya. Selain Cry Out, Good Goodbye sama Stuck in the middle juga enak. Oh, talking about the controversy, album ini kan katanya direcord di US gitu ya, sesuai gitu sama mimpi mereka dari awal pas debut ngeband, terus banyak fans yang komplain gitu karena they sound not like japanese rock band anymore. Selain banyak banget lagu yang bahasanya dominated by english (sebenernya menurut saya this happened long while ago with Jinsei x Boku in 2012), melodi sama beat-nya juga "katanya" jadi kayak american band. Mau nggak mau, ya, sebenernya saya mengakui juga. They improved so much and they got so many influences, too. Sama kayak masalah lirik, sebenernya mereka udah mulai kedengeran not-so-jrock-anymore itu sejak album lalu, which is nggak masalah-masalah amat selama tetep berada di genre rock buat saya. Cuma yang kerasa banget itu tune sama melodinya, sih. Saya kebiasa denger jrock dengan musik yang "kaya" di bagian melodi, dan sejauh saya denger lagu-lagunya OOR, menurut saya lagu mereka yang paling jrock itu Jibun Rock. Subjective ear, ya.

Eh. Lanjutin ke kontroversi yang tadi dong. Di salah satu lagu, Paper Planes, they collaborate with Kellin from Sleeping With Sirens (WHICH IS ONE OF MY FAVORITE BAND, TOO.)  Nah. Lagu ini jadi banyak obrolan juga. Sama kayak lagu lain, fans banyak komplain kalo lagu ini not-so-oor song. Kagetnya, saya langsung setuju pas denger intro-nya. Tapi saya mikir juga sih. Namanya kolaborasi. They got to have something different, too. Dan ke tengah-tengah lagu ternyata it sounds pretty good dan nggak aneh-aneh amat. Mungkin saya udah kebal kali dulu dengerin lagu-lagu kpop yang mix-nya udah bener-bener aneh sampe nggak paham campuran intro ke chorus nyambungnya di mana. So, for me, Paper Planes is good.

One thing about this album that different from other albums is that, SCREAMO TAKA IS BACK AREN'T YOU NOTICING? Gila. Karena tahun lalu di antara jeda saya fangirling OOR saya sempet gila banget sama MY FIRST STORY, which is band adeknya Taka, si Hiro, saya ngerasa kalau they sound so much alike. Kalo lagi screamo saya udah nyaris gak bisa bedain ini Taka atau Hiro gitu. Dan karena saya udah keburu resisten sama lagu2 lama OOR dan genre post-hardcore-nya MFS, akhirnya saya ngerasa fine-fine aja sama screamo-screamo di album ini. Wakakakaka. I'm so glad for both. But for this post, of course saya jatoh sejatoh-jatohnya buat OOR. Long patience's paid off =))


In my first impression, so far my favorite's song is Cry Out. :D



WASSALAM PANJANG BANGET MBAK? inilah akibatnya penantian panjang yang terbayar.


Labels: , , , , , , ,



Posted by Taree @ 8:33 PM. 0 Comment .

Sunday, May 25, 2014

#260 these 2D guys aren't just pictures...

Bakalan jadi postingan ampas, perhaps, tapi saya nggak bisa nahan untuk ngepos kayak gini ketika dalam dua minggu straight saya sudah nonton setidaknya empat anime dan baca dua manga yang bikin hati nyit nyit. Saya nggak tahu apa saya aja yang hiperbola, atau emang pada dasarnya i'm so into 2d creatures since my childhood term, ada beberapa karakter laki-laki di anime/manga ini yang bikin saya sampe kalau sekalinya ngomong sampe kayak lagi kehilangan dompet hebohnya (oke, ini hiperbola but who cares).


Aomine Daiki from Kuroko no Basket

Sebenernya nonton kurobas udah dari pas episode pertama season 2 keluar, tapi minggu kemarin baru sempet ngelarin 2 episode terakhir. Semua karakter kurobas (singkatnya dari kuroko no basket) ini menarik, sih. Saya sebenernya nggak bener-bener bisa milih yang jadi favorit saya siapa *ciyeee* tapi di 2 episode terakhir ini Aomine is so, so good. Saya dulu di season 1 sempet mencak-mencak sih sama dia, soalnya orangnya terlalu arogan, careless, antagonis pokoknya. Tapi di season 2 ini dia melumer setelah kalah bertarung sama Kuroko. Dan setelah itu, entah dia kelihatan jauh lebih adorable, caring, lebih manusia. Nggak paham lagi pokoknya.


Kanbara Akihito from Kyoukai no Kanata

Tipikal senpai idaman banget. Senpai means... senpai. Walaupun dia emang agak freak karena megame(glasses)-fetish, tapi secara keseluruhan Akihito bikin degdegan terus selama saya nonton KnK. Dia nekat, kadang lebih peduli sama orang lain daripada sama diri sendiri, dan satu hal yang bikin saya nyess banget adalah.. he's truly sincere.


Nase Hiroomi from Kyoukai no Kanata

He's a big brother who loves his the only one little sister. Sister complex, for sure. But who knows? Since I've always wanted a big brother, you guys know right why I adore him this much.



Asahina Subaru (left) & Asahina Natsume (right) from Brothers Conflict

ANIMENYA BODOH BANGET, SUMPAH. Bodoh means biasanya saya nggak nonton anime begini, jatuhnya malu sendiri, karena plotnya sebetulnya ringan tapi semua makhluk 2D di dalamnya gorjess banget. *tusuk-tusuk yang bikin* FYI, sebetulnya Asahina brothers itu ada 13 orang, dan Subaru + Natsume ini cuma 2 di antaranya. Natsume lebih tua dari Subaru, dan di anime-nya ceritanya mereka punya konflik di masa lalu yang bikin mereka nggak begitu akur. Mereka berdua gentle, sebenarnya, dan Subaru, walaupun lebih muda dari Natsume, kelihatan sebaya karena dia dewasa. They concern about others' feelings, dan karena itu mereka jadi berpikir matang-matang sebelum bertindak. Susah jelasin lebih detil lagi, tapi mungkin kalau yang kenal banget saya dan nonton Brocon (singkatnya Brothers Conflict), tahu lah yang begini memang tipe-tipe saya. *CIH*


Mabuchi/Tanaka Kou from Ao Haru Ride

INI NIH. Ini, yang anime-nya belum keluar aja udah berani bikin hati saya sakit #naon. Iya, jadi sebenarnya saya baru baca manga-nya aja karena anime-nya baru rilis Juli nanti, dan sebenarnya sudah dengar lumayan lama soal Ao Haru Ride dari Rahma, tapi baru dikasitau kemarin sama Appa dan akhirnya baca manga-nya betulan. Shoujo manga, di mana pun, pasti bakal bergenre fluff, manis, tapi hurt, sakit, yaa, semacamnya. Mengingatkan saya pada Bokura ga Ita sedikit, karena Kou ini punya beban mental yang besar juga sebagaimana Motoharu di Bokura ga Ita. Dia aslinya gentle, baik, tapi orangnya careless, kadang terlalu lama berpikir dan gegabah, terlalu memikirkan orang lain dari dirinya sendiri. Ada trauma juga, jadinya bikin karakternya berat. Still, he's adorable. Dia bakal tetap stand out jadi lead character walaupun karakternya dark banget (kalau dibandingin sama Kazehaya di Kimi ni Todoke yang almost-perfect).Pokoknya saya nggak sabar nonton anime sama live action-nyaa ;_;


Kikuchi Touma from Ao Haru Ride

Simply, the rival of Mabuchi/Tanaka Kou. Dan sesuai dengan judulnya 'rival' karakter keduanya juga kontras parah. Kou dengan karakter gelapnya, dan Touma dengan aura "laki-laki yang paling bisa bikin nyaman no matter what happens". Somehow dia mengingatkan saya sama Aihara Chihaya dari komik Pri-one buatan Miyawaki Yukino. Dia simpel, but he works really hard, and he's determined. Di awal, saya sempet kesel karena dia jadi penghalang banget (namanya juga pihak ketiga....) tapi ke sini-sini saya jadi respect sama dia karena usaha dia tuh jempol banget, kalau mau lebay mungkin jauh lebih top daripada usahanya Kou. Tipikal laki-laki yang optimis dan mau mencoba terus, yang mau merelakan apa saja asalkan cewek yang dia suka menyukai dia balik. Adorable banget, sebetulnya, dan ngebayangin di live action nanti dia bakal dimainin Chiba Yudai bikin saya teriak, "PARAH BAKALAN MIRIP DAN RESEMBLE HIM BANGET."



Sekian aja dulu, berdoa aja semoga nggak ada part 2 atau part 3 kayaknya bakalan ada karena saya lagi mau lanjut anime lain

Labels: , , , ,



Posted by Taree @ 9:04 AM. 0 Comment .

Friday, May 2, 2014

#257 My Sweet Baby

(bakal-bakal postingan sampah)

Selalu ada satu lagu yang seenggaknya bisa bikin blending kapan pun di mana pun, kan?

My baby, Sweet baby

I see you smiling when I close my eyes
'cause I miss you, I need you right now

「ただいま」もろくに言えなくてゴメンね
Never knew I'd make you feel lonely
口癖の「疲れた」も僕は言い過ぎだね…
帰りを待つ方が辛いのに…

And we're back to screaming
些細なことでまた
Can't stop the rain
So 互いに譲らずに気がつけば
Together again
'cause only you can drive me crazy

My baby, Sweet baby oh
いつも素直に出来ない僕を
あなたは優しく包んでくれる唯一の人だよ

Do you believe in destiny
'cause I can't deny, baby you and I
なぜ僕らがここにいるのか?

出会うべき二人が出会ったとしたら僕ら
どんな困難も越えれるね?

都合よく考えて
また君を困らせて
そんなふうに今日もまた僕は君に甘え過ぎ
'cause only I cant drive you crazy!

My baby, Sweet babyって これからも先一生君に
言いたい!!って僕は心からそう思うんだよ

なぁBaby, Please tell me? Oh
言葉じゃなくていいから
ただ隣りで微笑んでくれればそれだけでいいからさ!!

The world's in a hurry
僕らの時間は止めておこう
There's nothing to worry
時は僕らを連れ去れはしないよ


Translated:

My Baby, Sweet Baby
I see you smiling when i close my eyes
'cause i miss you, i need you right now

For my fragile heart not saying "I'm back", I'm sorry
Never knew I'd make you feel lonely
My way of saying "I'm tired" is past now
The way I was waiting to return was painful.

And we're Back to Screaming
The trivial thing
Can't stop the rain yet
So we both surrender
Together again
'cause only you can drive me crazy

My baby, sweet baby oh
You're always unable to be honest with me
Your gentle shyness makes you unique.

Do you believe in destiny?
'cause I can't deny, baby you and I
Why are we living here?

If the two of us must meet by chance,
what kind of other difficulties must be surpassed?

Think about the conveniences well
You are still troubled
That kind of thinking, I still depend on you too much even today
'cause Only I can't drive you crazy

My baby, sweet baby, After this I want to talk to the future you
That is what my heart tells me

Naa Baby, Please tell me? oh
Because it's fine without words
Being next to you smiling is my only wish.

The world's in a hurry
Our time has been stopped early
There's nothing to worry
Time won't lead us apart



credit lyrics here

Labels: , , ,



Posted by Taree @ 10:09 PM. 0 Comment .

Saturday, October 19, 2013

#212 reviews for Hanamizuki, Bokura Ga Ita, and Aishiteru~Kizuna

Akhirnya, setelah beberapa lama ditunda, saya bisa kuat mental nulis review di sini. Asalnya mau nulis soal Hanamizuki aja, terus ternyata saya merembet nonton film lainnya sampai mau review empat hari ini. EMPAT SAUDARA-SAUDARA bayangkan betapa kuatnya mental saya review film-film dahsyat ini



1. Hanamizuki (ハナミズキ) (2010)



Film ini diadaptasi dari lagu punya Yo Hitoto yang judulnya juga sama. Saya sebenarnya tahu film ini dari Rahma, lalu setelah dia ngasih film ini ke saya, saya sempet nganggurin beberapa bulan sebelum akhirnya nonton. Pemeran utamanya ada tiga; Aragaki Yui (Sae), Ikuta Toma (Kohei), dan Osamu Mukai (Junichi). 


Secara singkat, film ini menceritakan tentang gimana Sae dan Kohei bertemu ketika mereka masih muda, jadi dekat dan pacaran. Lalu Sae ini memutuskan untuk kuliah ke Tokyo dan pindah dari Hokkaido (setting utama film), meninggalkan Kohei yang bercita-cita jadi pelaut meneruskan ayahnya. Di Tokyo, mulai banyak konflik terjadi karena Sae dan Kohei LDR, apalagi Sae ketemu senpai ganteng yang ngasih dia part-time job, yaitu si Junichi ini. Mulailah banyak konflik, dari salah paham biasa sampai akhirnya mereka dewasa dan nggak bertemu bertahun-tahun. Kohei dan Sae sama-sama nyimpen perasaan yang masih sama, tapi mereka terpisah jauh dan terlalu banyak konflik membentang. Di sisi lain, Junichi di sini menyukai Sae juga dan saya sempat ngeship Sae sama Junichi akhirnya memutuskan untuk melamar Sae.

Untuk cerita lanjutnya, sila ditonton filmnya ;) atau kalau mau sinopsis lebih jelas ke sini.

Impresi awal saya waktu dikasih film ini: mencak-mencak. HOW COME, maksudnya, Toma Ikuta, Aragaki Yui, dan Osamu Mukai disatukan dalam sebuah film? NOOOOOOO. Kurang lebih ekspresi lebaynya gitu. Maksudnya, saya sukaaa banget sama Osamu Mukai, lalu Gakky ini pemeran cewek yang dari dulu ngebekas gitu di hati soalnya pernah mainin Mika di Koizora dan bikin saya mewek-mewek bombay setelahnya. Toma Ikuta? Nggak usah dijelaskan pun pada tahu kan dia ini populer, kece, ganteng andtheblahblahblah.

Setelah nonton, saya pikir Hanamizuki ini film yang cukup sederhana, tapi feels yang dikasihnya dalem banget. Buat saya lho. Banyak adegan-adegan kecil yang nabok banget. Saya sempet kesel berat sama Kohei yang nggak mikir panjang dalam melakukan hal dan bikin Sae terluka. Saya lebih kesel lagi sama konflik yang bikin saya banjir di saat Sae mau nerima lamarannya Junichi. Hancoooor hatiku.

Walaupun endingnya bisa dibilang cukup memuaskan, tapi saya pikir feels yang ditabur di endingnya nggak sedahsyat ketika film berlangsung. Kurang memuaskan, buat saya, karena masih bisa dieksplor lagi kayaknya endingnya biar gak nanggung feelnya. protes mulu

Tapi, saya suka banget sama film ini ya karena tadi, feel di adegan-adegan kecilnya tuh dapet banget dan saya tenggelam beberapa hari dalam feelsnya ;; buat penggemar Gakky, Toma, dan Osamu, harus nonton lho!







2. Bokura Ga Ita, Zenpen (僕等がいた 前篇) (2012)

Film ini lho yang sebenarnya paling bikin saya nggak move on. Dari beberapa rekomendasi teman yang saya percayai, akhirnya saya nekat juga download movienya dalam satu hari dan langsung marathon. DAHSYAT. Tengah malam saya mewek-mewek geje dan besoknya di kampus saya udah gak berbentuk lagi otaknya. Nggak gitu konsen dengan mata terkantuk-kantuk. Tapi, film ini worth-it banget untuk ditonton!

Bokura Ga Ita ini sebenarnya live action dari manga/komik yang kita tahu judulnya "Here We Are". Saya sebenernya pernah baca satu komiknya di tempat meminjam dan nggak kuat mau lanjutin karena katanya banyak banget (bahkan sampai movie ini rilis pun komiknya masih on-going) #DAHSYATBANGET.

Bokura Ga Ita Zenpen ini punya major cerita dimana seorang gadis bernama Takahashi Nanami (Yoshitaka Yuriko) jatuh cinta pada cowok tertenar di sekolahnya, Yano Motoharu (Ikuta Toma). Nggak seperti kebanyakan cerita shoujo-manga soal cowok tenar, ternyata Yano ini punya memori yang cukup kelam soal kematian pacarnya. Bisa dibilang, Yano ini nggak bisa move on dari ceweknya yang ternyata sebelum meninggal pun mengkhianatinya karena balik-balik terus sama pacar lamanya.  Dari banyaknya gadis yang suka sama Yano, ternyata cuma Takahashi yang bisa bikin Yano mau coba untuk move on. Takahashi harus mau sabar dengan karakter Yano yang benar-benar sulit move on dari pacar lamanya ini. Di akhir cerita, Yano benar-benar jatuh cinta pada Takahashi. Tapi, mereka harus terpisah karena Yano harus pindah dari Kushiro ke Tokyo karena masalah keluarga.

TOMA IKUTA LAGI GUYS. Saya nggak ngerti karena dengan film ini, saya makin ngefans sama beliau ini. Di sini, memang peran Yano ini nggak gampang and sometimes he's accurately annoying. Ngebetein, mainin perasaannya Takahashi yang tulus karena masih kebayang-bayang almh. pacarnya. Tapi, Toma sukses banget mainin karakter ini dan saya nangis di banyak part. Takahashi ini juga benar-benar attached gitu sama Yano sampai akhirnya Yano sadar he's there to keep going. Banyak quote yang bikin saya tenggelam dalam feels dan sukaaa banget sama plotnya. Sinematografinya juga keren, gimana mereka menyingkat part-part yang seharusnya detil juga nggak mengganggu. Pokoknya, suka banget. Yang paling saya suka dari film ini adalah, film ini ngambil setting panjang banget, sepuluh tahun, kalau nggak salah. Konflik-konflik remaja yang mulai berubah jadi konflik dewasa yang bikin hati ketar-ketir sukses bikin saya tepuk tangan. Pokoknya, film ini bagus banget.






3. Bokura Ga Ita, Kohen (僕等がいた 後篇) (2012)

Bokura Ga Ita ini adalah kelanjutan dari Bokura Ga Ita Zenpen. Nggak bisa disebut sekuel karena ternyata kalian harus banget nonton film yang Zenpen dan lanjut ke Kohen.  Di Kohen ini, diceritakan Takahashi dan Yano sudah sama-sama lulus sekolah dan bekerja. Mereka nggak sekali pun bertemu sejak berpisah saat sekolah, tapi mereka tetap maintain LDRnya. Tapi, tiba-tiba Yano ini memutus kontak dengan Takahashi dan hubungan mereka akhirnya retak. Di satu sisi, Takahashi masih sama-sama dengan Takeuchi, teman dekatnya Yano waktu mereka satu SMA dulu. Takeuchi ini dari dulu sudah suka sama Takahashi dan di film ini akhirnya mereka pacaran. Yano nggak diketahui kabarnya dan konflik yang tersimpan di balik itu bikin saya sesek minta ampun.

Ini beneran, detik demi detik di film ini selalu bikin saya mewek kayak orang gila. Konfliknya nyiksa batin banget dan entah kenapa di sini saya makin suka sama Yano di saat semua orang nggak suka sama dia. Posisi dia di sini itu korban, buat saya. Dia ini dipermainkan takdir jahat yang ngunci dia di hal-hal buruk yang bikin dia selamanya nggak move on. Entahlah ya, tapi saya bener-bener suka konfliknya walau jadinya mewek semalaman.

Berhubung seperti yang saya bilang, kalau pas film ini rilis ternyata manga/komiknya masih on-going, ternyata ending yang nggak dikasih pun nggak begitu bikin hati nyesss. Memuaskan, tapi nggak bikin saya nangis sampai lompat dari balkon. #YANGGAK.

Tapi, secara keseluruhan, saya suka. BANGET. sama film Bokura Ga Ita ini. Masalah yang dikasih buat Takahashi dan Yano bikin mereka berdua strong dan tahu ke mana mereka seharusnya kembali walaupun sudah terpisah bertahun-tahun. Salut banget.





4. Aishiteru~Kizuna (アイシテル~絆~) (2011)

Yang saya nggak tahu, ternyata Aishiteru~Kizuna ini sekuel dari Aishiteru yang sebelumnya pernah tayang sebagai dorama. Saya sempat pontang-panting mikir gimana kalau saya nggak ngerti soal jalan ceritanya, tapi ternyata nggak khawatir karena film ini cukup menggambarkan past-times dan kita secara keseluruhan bisa tahu cerita di dorama Aishiteru. saya lebih khawatir bakal kuat mental apa nggak lihat Okada Masaki dan Osamu Mukai satu film

Aishiteru~Kizuna bercerita tentang kehidupan Morita Naoto (Okada Masaki) yang sudah dewasa dan tinggal terpisah dari anggota keluarganya, yaitu Ibunya dan kakak laki-lakinya, Morita Tomoya (Osamu Mukai). Naoto sudah menikah dan punya istri, yaitu Morita Kana (Mizukawa Asami). Naoto dan Kana dihantui rasa cemas Naoto soal masa lalunya tentang Tomoya, yang ternyata pernah membunuh temannya ketika masih kecil dulu. Konflik keluarga ini sempat membuat Naoto depresi dan berpikir kalau sebenarnya dia lebih baik nggak lahir daripada menderita terus dihantui bayang-bayang sebagai "seorang adik dari pembunuh". Lewat konflik-konflik maut keluarga ini, Naoto akhirnya bisa merasakan kalau semua anggota keluarganya, dan Kanna, selalu sayang padanya dan dia selalu punya alasan untuk hidup.

Seperti yang saya jelaskan di atas, SAYA DEPRESI KARENA MUKAI DAN MASAKI KOK ADA DI SATU FILM. Jadi adik-kakak, pula. Maksudnya----(ilang sinyal)

Oke, nggak seperti tiga film lainnya, genre film ini lebih ke comfort/hurt-nya family. Saya bisa membayangkan gimana hidupnya Naoto dengan bayang-bayang dia adalah adik dari kakak laki-laki yang pernah membunuh ketika umurnya 10. Di sini banyak pesan yang bisa dikasih dan saya suka gimana akhirnya Naoto bisa menjalin hubungan lagi dengan kakaknya walaupun mereka benar-benar hidup terpisah. Saya sebenarnya agak nggak suka dengan Ibunya Naoto dan Tomoya yang terkesan mengasingkan Tomoya setelah kecelakaan itu. Entah kenapa rasanya nggak adil, disaat Tomoya benar-benar menyesal dia bahkan nggak bisa bertemu keluarganya lagi. Di sini emang Naoto menikah dengan Kana, tapi konflik paling menonjol memang ditampilin buat Naoto sebagai laki-laki Morita yang depresi karena punya kakak pembunuh. Filmnya sederhana, tapi bagus. Saya nggak tahu mau komen apalagi karena ternyata tau-tau pas filmnya habis saya balik rambling soal Mukai (.....)

Sampai bertemu di review-review selanjutnya!









Labels: , , ,



Posted by Taree @ 11:21 AM. 0 Comment .




Rewind                     Home                    


Amigos

▲ Arina Listyarini
▲ Pradnya Emeralda
▲ Zaskia Osya Denaya
▲ Tante Inne Larasati
▲ Shafira Anjani
▲ Sista Tamara
▲ Eka Wahyuni
▲ Irham Ramadhan

Archive




Credit

Cursor by Cursor 4u. Background: x x x Powered by Blogger. Original skin by Arina and another credit from her here