Tuesday, May 15, 2012
#163 mulut dan gigi
sejujurnya saya ngerti banget beberapa waktu ini saya males banget mikirin judul yang enak dibaca di setiap post, maka dari itu saya jugajadi, kalian mungkin enggak ngerasainnya, tapi saya terlahir sebagai cewek dengan keadaan mulut dan gigi yang cukup aneh, dan ya, menyusahkan. saya tahun ini mau 18 dan gigi graham saya sudah hilang empat. alasannya macam-macam. udah paling dewa, kan?
alhasil, gigi saya rusak. sangat rusak.
diperparah dengan kondisi rahang saya yang kecil dan gigi permanen yang tumbuh sebesar-besar gigi kelinci.
intinya, waktu itu dua gigi saya di sebelah gigi seri depan nyengsol ke belakang jadinya enggak rapi banget. pokoknya dulu gak pernah keitung berapa kali saya dimarahi orang tua karena gigi saya yang jadi jelek akibat dulunya gak mau ke dokter gigi. saya sih cuek-cuek aja. saya gak tau apa yang bakalan terjadi beberapa tahun ke depan.
nah, sekitar bulan agustus 2008, kemurkaan mama makin menjadi. waktu itu saya awal2 kelas 3 smp dan saya sampai diseret kesana-kemari demi memperbaiki gigi. mungkin kalian bisa mikir keadaannya lebay atau gimana, tapi ya memang begitu. gigi saya yang dulu udah paling masterpiece. gara2 rahangnya kecil dan gigi permanen yang tumbuh besar-besar, akibatnya si gigi terlihat agak nonjol ke depan gitu. ditambah gigi lain yang `nyelip` disana-sini, intinya mama murka. mama kekeuh saya harus dibehel. mama gatau saya waktu itu sampai deg2an karena mikir dibehel = operasi besar. (oke, saya waktu itu emang masih berpikir seperti idiot. oke.). dan usaha saya gak membuahkan hasil. waktu itu pernah saya digeret ke tempat praktek dokter giginya naik mobil, padahal tempat prakteknya deket banget dari rumah karena masih satu komplek, saking takutnya saya kabur dan lari dari rumah
singkat kata, akhirnya saya jadi dibehel, dan disitu saya banyak ngerasain hal yang sebelumnya saya hindari abis-abisan. yaitu:
1. pencabutan gigi
2. pembersihan karang gigi pakai mesin horor
3. bor
4. sakit gigi
wait, nomor empat memang obvious. bodo amat deh.
kesan pertama saya waktu pencabutan gigi pertama adalah, banyak wow yang melintas di pikiran.
dan masih banyak wow-wow lain. dari banyaknya hal yang saya alami pra-dipasang behel, pencabutan gigi pertama ini yang paling meninggalkan bekas. saya jadi bisa lebih berani dan enggak takut lagi sama dokter gigi yang semula saya sering jadiin momok paling horor dalam hidup saya. yang semula setiap kontrol saya bakal ditemenin orang tua supaya gak kabur, terus mulai longgar dianter adik-adik.. dan sampai akhirnya saya terbiasa pergi sendiri.
singkat kata, dalam hitungan 3 tahun ini, gigi saya yang super parah (karena rahang, keanehan jenis2 akar gigi, jenis gusi, dan bahkan jenis air liur) keadannya jadi mulai normal.
meski tetep aja, ada problem baru.
gigi saya rapi, tapi space di dalam gak memungkinkan untuk gigi saya rata seperti yang lain. ratanya agak ke depan, sedikit sih.tapi ngeganggu banget kalau senyum.
dengan kondisi super berat, saya mutusin saya bakal cabut tiga graham lagi (sebelum pasang saya udah cabut 1 gigi sih).
DAN YA, TERNYATA BEDA RASAYA SAMA PAS PERTAMA KALI CABUT GIGI.
jauh lebih nyiksa... lebih sakit.... lebih mengerikan...
terutama satu gigi graham yang (alhamdulillahnya) udah berhasil dicabut, gigi graham kiri bawah saya yang tumbuhnya gingsul.
itu waktu dicabut, ngabisin dua botol obat bius. dan saya lebih dari 10 kali ditusuk2 jarum suntik waktu itu. dicabutnya lebih dari satu jam saking susahnya. dan sakit setelahnya nyaris sebulan penuh. pokoknya sakit tak terbayangkan hiks.
dan hari ini, saya nyabut gigi graham yang keempat. yang terakhir. setelah ini, gigi saya bakal mulai tahap baru, ditarik lagi dan rahangnya dimundurkan. semoga aja tahun depan sudah bebas dari benda asing di mulut ini. jujur aja, sudah cukup puas kok pake ini empat tahun.
saya belajar dari sini : demi apapun, lebih enak nyabut gigi susu sendiri sebelum gigi yang mau tumbuh keluar di tempat yg gak seharusnya. suwer, cabut gigi permanen itu sakitnya bikin kamu mual.
sekian curhatan ini, terima kasih. =))


0 Comments:
Post a Comment