Saturday, November 2, 2013
#216
Ini adalah cerita tentang seonggok daging yang dititipkan sehelai nyawa.Dalam hidupnya, dia selalu berusaha jadi yang paling baik walaupun tahu kesempurnaan itu tidak pernah nyata. Lucunya, dia tidak terlalu bisa mengatur dirinya sendiri ketika seseorang memberikan kritik. Dia tahu kritik adalah hal baik yang bisa membuatnya menjadi lebih baik—tentu, dia selalu berusaha menjadi apa yang seseorang inginkan, tapi selalu muncul ketakutan bahwa kritik yang dilayangkan kepadanya adalah permulaan dari rasa sepi yang semakin lama semakin membuatnya ngeri. Dia selalu berusaha menjadi yang terbaik, supaya tidak seorang pun merasakan hal buruk tentangnya, supaya dia tidak merasa takut ditinggalkan.
Dia mau menjadi teman yang dicari ketika dia dibutuhkan, asal dia tidak ditinggalkan. Dia mau menjadi friends for benefit, asalkan dia tidak ditinggalkan.
Asalkan teman-temannya bahagia dan tidak meninggalkannya,
dia tidak apa-apa.
Labels: daily, daily life, me, random, rants, written works


0 Comments:
Post a Comment