Saturday, May 10, 2014
#258 for the first time in forever
Well, the title is kinda exaggerated.Tapi gak papa. Pada dasarnya saya emang lebay jadi yah... you know what to say next about the title.
Intinya sih, hari ini saya nangis. Bukan nangis-nangis lagi, kejer parah. Dasarnya mungkin udah lama nggak nangis dan yang dikeluarin pas nangis itu tadi emang akumulasi dari semua beban yang selama ini saya biasa tahan nggak dikeluarkan atau gimana; intinya hari ini saya nangis dan nangisnya jelek banget.
I decided to register myself to another organization for kids' education. Bukan organisasi dari kampus, tapi proyek di dekat rumah, yang menggagas juga teman dekat yang dari kecil suka main sama-sama. Singkatnya, saya punya kegiatan baru selain kegiatan kampus, dan saya ngerasa oke aja dengan itu. Hitung-hitung proyek penghapusan kata 'gabut' dalam hidup, pengaplikasian ilmu kuliah, proyek gaul sama teman-teman dekat di kompleks
Ya, cukuplah ya kira-kira summary-nya.
Intinya, setelah waktu-waktu yang terpakai dan malam-malam terrible yang dilalui buat brainstorming sama-sama, saya dihadapkan pada sebuah permasalahan pelik yang sampe bikin saya mikir "udahlah nyerah aja, capek banget mikir terus toh frame-nya juga udah nggak sama." Saya juga ngerasa kayak selama ini saya terlalu percaya diri sama pemikiran sendiri, terlalu ngerasa optimis saya sudah memahami orang lain, terlalu berpikir segalanya sudah terarah, padahal saya aja nggak paham ini mereka sebenarnya gimana sih. Mungkin saya terlalu mikir dari satu sisi aja atau gimana, entah.
Terus ya, entah gimana, tadi obrolan kami kayak udah tinggal nyentil telur di ujung tebing. Udah bahas-bahas resign, bubar (padahal diresmikan aja belum), nggak punya otak, and the blahblahblah... yang bikin saya bener-bener mikir negatif ke diri sendiri. Terus nangis karena udah nggak kuat lagi.
Taunya zonk.
Taunya saya dikerjain.
Ini teman-teman saya pada sinting dan gila dari orok apa gimana?!
Saya bingung. Emangnya beneran apa saya dikerjain? Nggak ada satupun tanda-tanda yang memperlihatkan kalau mereka lagi akting. (atau yaah, saya aja yang terlampau polos?) Sampai teriak-teriak tadi, sampai robek perjanjian di dinding, sampai bahas komitmen yang sungguh, sungguh sensitif untuk saya pribadi, pokoknya di situ saya merasa terpojokkan karena saya ngerasa salah sama diri sendiri (bukan ngerasa dipojokkan situasi)
Pas dibuka kedoknya (...), katanya saya sengaja diginiin biar saya dapet esensi team-building yang sempet saya adakan seminggu lalu buat teman-teman yang lain. Sial, DELAPAN LAWAN SATU BRO. Ya, jadi seminggu lalu saya melaksanakan team-building buat teman-teman ini, dan mereka takut saya nggak dapat esensi yang matang dari team-building karena waktu itu saya jadi instruktur. Jadilah saya dikerjain kayak gini. Sampe mata panas, tau deh kapan kelarnya. Pada niat banget rapat ngomongin ini segala. Pada niat banget ngonsepnya, capek-capek buang tenaga dan emosi padahal cuma akting, pada niat banget ngerjainnya dan tau maksudnya emang bukan sembarang ngerjain...
Tau nggak sih seberapa terharunya saya....
Oke, lebay banget sih ini. Tapi, saya nggak pernah berpikir sekalipun akan ada orang yang mau care sama saya segininya, walaupun bentuknya memang 'tipuan' di awal. Saya nggak pernah berpikir bakalan ada temen-temen yang mau ngerencanain hal kayak gini, mikir capek-capek padahal manfaat yang didapat ada buat saya aja.. Padahal mereka nggak dibayar, mereka nggak dapet profit apa-apa, dan saya pikir ada nggak-nya ini juga nggak berpengaruh apa-apa buat mereka; but think back that they did it for me makes me really-really teary T_T Mungkin kesannya saya kayak berlebihan (banget), tapi this is what I actually think about you guys. Saya nggak sekalipun berpikir bakal ada yang mau capek-capek ngeginiin saya, ternyata ada. For anything's sake, mau diapain juga dan apapun yang terjadi nanti, pasti kejadian hari ini nggak bakal dilupain.
Thank you. So much.
Mungkin dengan ini bonding saya dan mereka bakal lebih melekat lagi, karena sesungguhnya keterikatan yang sejati diawali dari pembicaraan hati ke hati.
For the first time in forever
There'll be magic, there'll be fun
For the first time in forever
I could be noticed by someone
~Kristen Bell
Labels: daily, daily life, me, random, rants


2 Comments:
Satu pernyataan yang gak akan saya lepaskan dan ini penuh makna
"Kita disini adalah satu. Kita disini adalah penting. Bagi saya semua adalah bagian terpenting dalam organisasi.. dengan beragam keunikan dan karakteristik masing-masing, kelebihan masing2 dan kontribusinya dalam organisasi :-)"
So, you really important too for me, for all and actually for our organization :-)
aduuuhhh , saya ga bisa akting buuu , apalagi di suruh marah2 ma . ahhaa :p
Post a Comment