Wednesday, January 28, 2015

#293 [review] Eleanor & Park + Fifty Shades of Grey


Sudah tanggal 28... mungkin ingatanku akan mengapur kalau nggak cepat-cepat bikin review soal buku ini, karena sekarang juga lagi on-going beberapa buku takutnya mixed-up terus appeal buku2 ini yang gede kekubur sama buku-buku dahsyat lainnya. Baiklah, shall we start? :3


1. Eleanor & Park

Buku ini keluar tahun 2012 dari seorang penulis bernama Rainbow Rowell. Saya pertama kali tahu buku ini dari high-recommendations di internet dan dari teman-teman yang sudah baca. Pas pertama baca, saya udah langsung jatuh cinta sama setting dan diksi yang dipakai sama Rowell, karena ceritanya sendiri bergumul di setting masa remaja tahun 80-an. Keseluruhan, buku ini bercerita soal bagaimana dua orang remaja saling jatuh cinta di usia muda mereka dengan segala isu yang ada di sekitar mereka; rasisme, body-esteem, kekerasan di keluarga, dan yang lainnya. Saya paling suka buku ini atas gambarannya soal insecurity yang kental di hubungan romantis dua remaja yang polos waktu pertama kali jatuh cinta. It's so natural and heartwarming, honestly. Dari awal sampai akhir, saya senang ngeliat progress yang ada di antara mereka, walaupun ending-nya sendiri bikin hati cekot-cekot. Karakter Eleanor dan Park yang sangat kontras justru membuat percintaan mereka kelihatan menyenangkan dan sangat alami. And you know what? If it's not Park, saya nggak tahu apakah Eleanor bisa menjadi se-adorable itu diceritakannya. It reminds me to my adolescence phase in middle and high school and suddenly I miss being a student. High-recommended!


2. Fifty Shades of Grey

Ya. Memang saya adalah ratu telat yang baru berani baca bukunya ketika filmnya keluar sebulan setelahnya. Nggak sih, sebenarnya saya baru dapet keberanian baca ini sekarang karena: 1) Lagi libur; 2) Sudah merasa kuat menanggung unsur-unsur yang dulu gak bisa saya baca pas buku ini lagi ngehits baru keluar. Ya gimana ya, mengandung unsur seks-nya aja dulu udah gak bisa ditoleransi (gak kuat bacanya), apalagi BDSM. Dan karena semester kemarin saya baru dapet kuliah Psikopatologi, akhirnya sekalian penasaran analisis juga kan apa yang ada di buku ini, akhirnya saya berani baca deh. Dan saya paling nggak nyangka ternyata I finished this book within three bloody days! Saya gak pernah ngelarin buku bahasa asing sekilat ini sebelumnya, fyi. Selain karena cara penjabaran ceritanya mudah dipahami (saya kayak lagi baca fanfic, soalnya), karakterisasi dari orang-orang yang terlibat di sini juga menarik. Dan despite of his dark character when it comes to relationship, Christian Grey owns my heart indefinitely. Dan kalau banyak orang yang mengira buku ini plotless dan hanya menyorot kehidupan seks Christian Grey; well, you'll have to ask why this book came up to be best seller, walaupun yah... emang baru kelihatan di akhir-akhir masalah major yang ada di diri Ana dan Christian. That's why saya udah kebelet baca bukunya yang kedua.

Walaupun buku ini bagus, saya nggak menyarankan untuk anak-anak atau remaja yang belum siap baca. Too much sex. Dan BDSM masih terlalu berat untuk yang belum paham atau mengerti. Selain itu, untuk yang demen sastra, novel ini nggak terlalu sastra karena gaya bahasa yang dipakai emang ringan banget, seperti kata saya tadi, seperti baca fanfiction.

Labels: ,



Posted by Taree @ 5:58 PM. 0 Comment .

0 Comments:

Post a Comment




Rewind                     Home                     Fast Forward


Amigos

Arina Listyarini
Pradnya Emeralda
Zaskia Osya Denaya
Tante Inne Larasati
Shafira Anjani
Sista Tamara
Eka Wahyuni
Irham Ramadhan

Archive




Credit

Cursor by Cursor 4u. Background: x x x Powered by Blogger. Original skin by Arina and another credit from her here