Tuesday, December 29, 2015

#331 My Greatest Strength


Teman-teman, kalau kalian menganggap aku kebut atau lagi balapan.... sesungguhnya itu benar. Less than 30 minutes udah tanggal 30 dan saya ketakutan saya nggak bisa menyelesaikan challenge yang sudah saya mulai dari September ini, dan karena memang hanya sisa sedikit + saya sudah libur, tampaknya memang harus diselesaikan. Jadi mohon maaf kalau kesannya spam atau nyampah kapan pula kau tak nyampah Tar

So. My greatest strength. Pfffffft (wakakaka)

Sesungguhnya saya merasa tidak pantas untuk melihat diri saya sebagai sesuatu yang memiliki sebuah kemampuan yang bisa dikategorikan sebagai 'great', but I think, everyone must have at least one skill that keeps them alive due to their stable self-confidence. Kalau saya ditanyakan hal semacam ini, sebetulnya sudah ada beberapa hal yang muncul di kepala saya. But, let's say, challenge hanya minta satu dan saya juga hanya akan menceritakan satu buah yang menurut saya cukup menonjol, yaitu:

Saya adalah seorang yang teguh prinsip.

Sebenarnya, hal ini bisa dimaknakan dalam dua hal, yaitu positif dan negatif. Tapi marilah kita kesampingkan dulu sisi negatif dari keteguhan akan prinsip ini (which is I am so stubborn.....) dan melihat sisi positifnya saja, karena menurut saya inilah yang membuat saya sampai sekarang tetap sane dan nggak terlalu bingung dalam melanjutkan hidup.

Saya adalah orang yang kalau sudah punya prinsip, biasanya saya pegang teguh sampai akhir. Ada beberapa prinsip yang terlalu personal untuk diceritakan, tapi ada juga beberapa yang menurut saya bisa diceritakan sebagai bukti nyata kalau saya ternyata sekeras itu dalam memegang prinsip. Menurut saya, prinsip adalah hal yang bisa... semacam mengatur kita dalam bertindak, dan prinsip juga diatur oleh sebuah reasoning, jadi dalam melaksanakan pun kita nggak asal jalan. Saya pernah berprinsip untuk tidak berpacaran sampai kuliah pfffft saya bahkan sampai sekarang belum pernah pacaran, and I succeeded. Saya punya alasan di balik prinsip itu, sekalipun saya sempet juga sih galau-galau ababil pada masanya. Saya punya tujuan lain di balik prinsip itu, dan tujuan itu akhirnya tercapai. Kalian mungkin berpikir saya orang yang sangat kaku atau apa, tetapi saya lebih memandang diri saya sebagai seseorang yang terstruktur; karena saya tidak bisa bekerja kalau segala sesuatunya belum jelas/teratur/tertata. Ini bisa berdampak baik maupun buruk, tetapi kebiasaan untuk menjadi seorang planner ini sudah menghasilkan banyak hal positif bagi saya, makanya saya tidak bisa move out dari trait ini. Saya punya prinsip untuk menjadi seseorang yang objektif, apapun kondisinya, dan saya selalu berusaha untuk menjaga prinsip itu di mana pun saya bergaul. Kalau teman saya salah, saya akan menganggapnya salah, begitu juga sebaliknya. Saya tidak menilai seorang individu dari pandangan orang lain, karena jadinya klise...., dan saya tahu itu rugi di saya. Prinsip untuk objektif ini saya pegang karena saya tidak mau atmosfer nggak enak terus-menerus muncul di sekitar dengan anggapan-anggapan negatif orang antara satu sama lain. Saya mungkin belum menemukan solusi yang tepat selain bertindak objektif, tetapi setidaknya saya tidak terpapar untuk menilai orang sembarangan. Hehehehe.

Anyway, guys, saya selalu merasa bangga untuk mengakui kalau saya adalah seorang yang teguh prinsip; karena menurut saya itu adalah sebuah bekal yang zaman sekarang susah tutornya. You have to learn by yourself to achieve it, and, of course, you have to brainstorm youself to find reasonings.

Good luck.

Labels: , , , , ,



Posted by Taree @ 11:53 PM. 0 Comment .

0 Comments:

Post a Comment




Rewind                     Home                     Fast Forward


Amigos

Arina Listyarini
Pradnya Emeralda
Zaskia Osya Denaya
Tante Inne Larasati
Shafira Anjani
Sista Tamara
Eka Wahyuni
Irham Ramadhan

Archive




Credit

Cursor by Cursor 4u. Background: x x x Powered by Blogger. Original skin by Arina and another credit from her here