Friday, May 10, 2013

#194 begitulah.

Just seen my middle test score for psium and it was totally depressing.


Have you ever felt that you've tried enough yet you haven't shown your best through any proof? I am in this condition; where everything seems lost and I don't even have any chance to move. It's like getting back to the moment right six months ago when everything blurred my eyes off and I said it's not going to happen again in the future. What a bitchy statement it was, because I'm actually having it for the second time right now.

Sebutlah, nilai UTS psiumku buruk, sekali. untuk ukuranku, itu sangat memalukan karena aku merasa sangat kurang dalam berusaha meski nyatanya aku merasa aku sangat berusaha keras mendapatkan hasil yang baik. Mengubah pola belajar? I did. I changed a lot and I spent most of times studying for college and tests but all I have is this actual unwanted things placed deep in my thoughts. Bohong sekali rasanya kalau gak sakit, karena saya memang cepat galau kalau masalah akademik; seolah rasanya saya gak punya hal lain yang bisa dibanggakan selain prestasi akademik karena saya gak punya bakat lain dan keluarga saya juga menjunjung tinggi yang namanya pendidikan so it's all a mess to recall the bad situation I've ever had last time.

Saya bukan orang yang score-oriented, betul. Saya ngerasa saya bisa menunjukkan potensi saya tanpa harus bercermin dari nilai. Tapi terkadang nilai itu adalah sebuah pembatas dari gambaran seseorang dari mata orang lain. Saya suka ngerasa gak enak sama orang tua kalau hasil dari kerja saya di kampus adalah nilai gak layak kayak begitu, walau mungkin mereka sendiri gak ambil pusing. Gak ada hal yang bisa jadi bukti dan jaminan kalau saya bisa kalau nilai gak berperan. It's like I must try harder each time to make it right, I know I must. Tapi apakah ini tidak terlalu mengerikan? Saya bermalam-malam tidak tidur dan cuma bisa merem beberapa jam hanya untuk matkul itu dan ternyata hasilnya masih gak seperti yang diinginkan?

Apakah itu bukannya tanda kalau saya harus kapok?

Ingin sekali. Tapi sayang, bendera perang masih berkibar dan saya (keras kepalanya) belum mau menyerah. There's no turning back and I know I can only step deeper, with bravery and spirit and unreasoable feelings, biar saya tahu saya memang bukan maniak skor.

Aku bisa.



Posted by Taree @ 7:59 PM. 0 Comment .

0 Comments:

Post a Comment




Rewind                     Home                     Fast Forward


Amigos

Arina Listyarini
Pradnya Emeralda
Zaskia Osya Denaya
Tante Inne Larasati
Shafira Anjani
Sista Tamara
Eka Wahyuni
Irham Ramadhan

Archive




Credit

Cursor by Cursor 4u. Background: x x x Powered by Blogger. Original skin by Arina and another credit from her here