Saturday, September 5, 2015
#315 52-Week Blog Challenge + A Day in My Life...
Sekitar minggu lalu, Yuni tiba-tiba mengontak saya lewat BBM dan mengirimkan gambar di atas. Awalnya saya nggak paham juga kenapa tiba-tiba dikirim gambar ginian, ternyata setelah saya baca ulang, Yuni ikut mengajak saya mengikuti challenge ini, yang tentu saja terdengar cukup menyenangkan untuk saya. Halo, saya sendiri punya resolusi untuk terus aktif menulis di sini, so I guess this would help so much. Thanks ya Yun! Jadi merasa sedikit berdedikasi terhadap blog sendiri, nih :p
Anyway, karena kami mulai challenge ini di bulan September minggu pertama, which means sisa minggu kami di tahun ini insha Allah memang tinggal sekitar 15 lagi, saya mulai dari challenge nomor 35 ya. Here we go.
Kalau menilik dari judulnya, saya harusnya langsung teringat akan suatu hari yang paling nggak bisa lepas dari kepala saya. Tapi jadi bingung juga mau cerita yang mana =)) mungkin saya akan cerita tentang kegiatan saya di hari-hari yang berbeda ya.
Ada hari di mana saya ngerasa 24 jam dalam sehari itu nggak cukup. Saya sudah menekan jam tidur, sudah memaksakan diri untuk multitasking jika mampu, menghapus agenda-agenda sekunder, tetap saja 24 jam rasanya terlalu sebentar. Selalu ada saja hal yang harus diselesaikan dan mendesak. Tugas, misalnya. Bahkan di hari-hari ini saya bukannya jarang berakhir begadang karena lebih memprioritaskan deadline daripada kesejahteraan mata sendiri.
Ada juga hari di mana 24 jam rasanya lowong banget. Holiday, it is. Kegiatan saya sampai monoton banget. Kalau nggak baca buku berjam-jam, marathon nonton film, browsing sampai saya bosen sendiri aja rasanya jam nggak jalan-jalan. Kalau lagi kayak gini, biasanya last choice yang paling ampuh ya cuma satu: tidur.
Ada hari di mana saya di kampus seharian, betah karena kerjaannya ketawa-ketawa terus bareng teman-teman, lupa kalau paper dan presentasi cemburu minta dikerjakan. Ada juga hari di mana saya di kampus, seharian, bete karena diberikan tugas segunung atau kehabisan uang untuk makan siang. Ada hari di mana di kampus saya jadi manusia paling ambis; mencatat penjelasan dosen pakai tinta warna-warni, lalu dijepit rapi di antara catatan-catatan lainnya. Tapi ada juga hari di mana saya jadi manusia paling malas di kampus; jangankan mencatat, melek saja rasanya susah.
Ada hari di mana saya jadi manusia sanguinis sejati. Masuk kelas jam 8.30, tapi 8.20 pun belum sampai kampus. Tapi ada juga hari di mana saya jadi manusia yang kelihatan grasak-grusuk dan perfeksionis, masuk kelas jam 11.00, jam 8 sudah sampai kampus, kepagian. Ada hari di mana menurut saya membicarakan diri sendiri adalah hal yang menyenangkan, berbagi cerita, pengalaman, dan pendapat dengan teman-teman bukan hal sulit, tapi ada juga hari di mana membicarakan diri sendiri adalah hal yang buang-buang waktu dan kurang berguna. Pada akhirnya saya balik lagi menyimpan semuanya sendirian sampai saya siap cerita.
Ada hari di mana saya semangat banget mengetik di kolom post untuk disimpan di blogger, tapi ada juga hari di mana saya malas minta ampun sampai blog ini berdebu, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan nggak diisi. That's why I made a resolution: post at least one post per month.
Wah, panjang juga ya. =))
Ini "A Day in My Life"-ku. Yours?
Labels: blog challenge, challenge, daily, daily life, me, rants, real life




3 Comments:
Tari, izin simpan challenge-nya juga ya buat dikerjakan di blog sendiri. Biar ada alasan buat nulis gitu :p
Halo Dita! Boleh, boleh, seneng kalo ada yang mau ngerjain lagi =) hahaha. Selamat menulis!
"...tapi ada juga hari di mana membicarakan diri sendiri adalah hal yang buang-buang waktu dan kurang berguna."
Dan di blog challenge ini, we are pretty much talking about ourselves. Tapi gak papa, soalnya membicarakan diri sendiri somehow bikin lega.
Btw, aku setuju kadang 24 jam itu gak cukup. Kenapa gak lebih panjang aja gitu huhuhu
Post a Comment