Sunday, November 28, 2010

#114 [fic] The Day When We Changed

The day when we changed
PG-13
SHINee/2MIN


“They don’t even know we’re trully exist.”


Everyone knows they shine. Everybody knows they change.
But nobody knows they cry. Nobody knows they feel pressed. Down, down to the earth.


Seorang Lee Taemin adalah seorang yang memiliki umur termuda di dalam grup. Berbeda 2 tahun dengan hyung yang umurnya paling dekat dengannya menjadikan ia bagaikan seorang bayi di dalam grup. Dimanjakan, diperhatikan sedemikian rupa—Taemin, kau harus menjadi anak baik—Taemin, kau satu-satunya yang bisa memperbaiki hal salah yang telah kami lakukan—Jangan sampai ketika kau berumur, kau menyesal—semua hyung di dalam grup selalu memastikan ia baik saja, ia tetap menjadi anak baik, ia tetap Lee Taemin yang sama seperti dua tahun lalu, ketika mereka mulai menyalakan cahaya di dunia hiburan.


But then, something—name it Time changes every single thing from them.

Empat orang dari mereka telah dinyatakan dewasa, matang, pergi meninggalkan dunia berwarna-warni, permen lollipop, film kartun—mereka pergi meninggalkan dunia anak-anak; dunia yang mereka selama ini tempati, penuh kebebasan dan tanggung jawab yang masih sederhana.

And they forgot something.

Mereka meninggalkan Taemin, sendirian.
Jinki bermain drama musikal dengan wibawa-nya yang tinggi, Jonghyun has a girlfriend and even she’s his obsession, Kibum—sang umma, berkata dengan self-pride yang tinggi—with dignity—bahwa SHINee adalah sekedar rekan kerja. Bukanlah keluarga, teman dekat, mereka hanyalah rekan kerja—selama 2 tahun ini. And Minho?

How can Taemin say about Minho?
Minho adalah member di dalam grup yang paling dekat dengannya. Minho yang selalu memperhatikannya, berusaha menjauhkan dunia liar darinya, memberikannya kasih sayang lebih sejak Taemin tak berada di samping keluarganya lagi. Dan—Minho pun berakting di sebuah drama—dengan adegan ciuman di dalamnya. Taemin hanya bisa diam, sementara dadanya mencelos.

Entah bagaimana ia menyadarinya, ia hanya sekali waktu mengalami insomnia berat, kemudian ia pergi ke ruang tengah untuk menenangkan perasaannya—sementara Kibum, Jonghyun dan Jinki terlelap dengan pulas karena kesibukan yang membuat mereka benar-benar lelah—fisik dan batin.

Taemin hanya duduk di sofa berbahan beludru di ruang tengah, kemudian sekali-kali ia pencet beberapa tombol remote kontrol televisi yang ia pegang sedari tadi, siapa tahu ia bisa tertawa dan menghilangkan perasaan aneh yang dirasakannya beberapa hari kebelakang—siapa tahu ia akan lupa dan kembali tidur pulas seperti bayi.

“Taemin, kau belum tidur?” Ucap Minho sambil menutup pintu depan. Rupanya ia baru pulang dari shooting. Kemudian ia melirik jam tangan yang dikenakannya,”Taemin, go sleep. It’s 01.00 AM and you’re still 18.

Taemin sighed. Ia segera memencet tombol shut down, lalu menaruh remote itu di sampingnya, kemudian mengambil sebuah buku komik dari kolong sofa. No replies.

Minho rolled his eyes. Ia berjalan pelan mendekati Taemin, kemudian merebut komik yang digenggam sang magnae ke dalam genggamannya,”Could you just say anything, huh? Ada apa denganmu akhir-akhir ini?”ujarnya sedikit kesal. Kemudian ia lempar komik yang sudah berada di dalam genggamannya ke sudut ruangan,”Dan apa lagi dengan komik yang kau baca? Jadi kau benar-benar pervert—like what they’ve said huh?

Taemin tetap tidak menjawab. Ia hanya tersenyum sambil kemudian mengacak rambutnya asal—menahan butiran kristal turun dari pelupuk mata. I’m fine, hyung. I’m perfectly fine hyung, at nothing.

Minho duduk di sebelah Taemin, kemudian merangkul bahu sang magnae dengan lembut. Taemin tidak menolak, meski pandangannya tetap tidak beralih, ia tetap tertunduk. Minho menarik nafas dalam-dalam, lalu rangkulannya berganti dengan usapan halus di rambut Taemin.

“Adegan itu bukan aku yang memintanya, Taemin, itu—“
“Aku tahu itu hyung. Hanya..hanya..aku hanya labil. Memalukan.” Taemin tetap menunduk, sementara tetesan kristal itu akhirnya jatuh juga, membasahi celana training yang dikenakannya.

Minho memutar kepala Taemin dengan kedua tangannya agar pandangannya tertuju kepadanya sepenuhnya,”Lalu bagaimana tentang kau dan komik menjijikkan itu, huh?” tanyanya tegas.

“Aku hanya ingin menjadi dewasa.”

Minho melepas kedua tangannya dari pipi Taemin, kemudian tertawa kecil.
“Bagaimana kau menjadi dewasa bila fikiranmu bahkan belum bisa dibilang fikiran seorang yang berumur 18 tahun, huh? Kau sungguh memalukan.”Kemudian Minho mencengkram bahu Taemin,”Dengar Taemin. Kedewasaan datang bukan karena kau yang memintanya.”

“Kau mau tahu bagaimana perasaanku ketika ternyata aku akan melakukan adegan kissing di dalam drama itu?”Minho melanjutkan,”Aku teringat kau. Mereka tak pernah bilang ada adegan itu di dalam drama-nya, aku fikir hanya adegan pelukan.”

Taemin hanya menunduk lemas, namun tangisannya telah berhenti.

“Aku melakukannya untuk profesionalitas, Taemin. Bila dari awal sudah ada pemberitahuan bahwa disana akan ada adegan itu, aku tentu saja akan menolaknya.”Ia memperhalus nada suaranya,”Aku fikir kita akan selamanya seperti dua tahun lalu, Taemin. Tapi ternyata tidak. Umur memaksa kita untuk berubah—bahkan meski kita tak bisa dan tak mau.”

“Jinki-hyung juga sama. Ia ingin menjadi dewasa dengan mencoba bermain di drama musikal itu. Ia merasa ia tidak pantas menjadi yang tertua di dalam grup dengan sifatnya yang seperti itu.”Minho berkata sambil melirik ke dalam kamar tidur—disana terlihat Jinki tidur pulas sambil memeluk bantal berbentuk ayam favoritnya, kemudian melanjutkan,”Tapi tetap saja-kan dia adalah Jinki, yang maniak ayam dan suka melucu?”

“Begitu pula dengan Jonghyun-hyung dan Kibum—Taemin, orang diluar sana tidak pernah mengetahui kita seperti kita mengenal satu sama lain selama dua tahun terakhir.”

Taemin hanya bisa terdiam sedari tadi, tidak tahu mau berkata apa—dia merasa sifatnya stuck di dalam jiwa bocah berumur 10 tahun.

“Jadilah Taemin seperti apa yang biasanya kami kenal, Taemin.”

Minho kembali memeluk Taemin sambil sekali-sekali mengusap rambutnya. Menenangkan.

“Dan berjanjilah kau tidak akan pernah membaca komik itu lagi—ada waktunya kau akan tahu sendiri tentang itu. Jalanmu masih panjang Taemin, jangan sia-siakan dengan hal useless.”

“Hyung, soal ciuman itu—“
“Ayolah Taemin. Semua fans tahu first kiss-ku sudah aku lakukan sebelum ini, dan aku senang.” Minho melepaskan pelukannya, lalu berkata setengah berbisik dengan mata menyipit,”Bukan dengan Yoogeun, itu hanya ciuman sayang biasa—aku melakukannya denganmu, ingat?”

Taemin tersenyum malu. Berputar kembali di otaknya ketika ia dan Minho beradegan seperti Chunhyang dan Mongryeong setahun lalu.

Minho continued his sentence, totally whispered,”They don’t even know we’re trully exist.”

Taemin tertawa kecil. Thanks hyung, I need to believe in you more from now on.

Dan pada akhirnya Taemin bersumpah ia tidak menyesal mengetahui semuanya—dan ia akan terus memegang perkataan Minho.

We’re trully exist, don’t you know?



---
cuma fanfic iseng yang ditulis gara2 refleks. gara2 denger berita taemin suka baca komik yang agak2. ceritanya agak2 aneh, tapi entah kenapa quote di atas itu aku suka bgt, yang they don't even know we're trully exist. kkkk so comment?

Labels: , , , ,



Posted by Taree @ 11:58 AM. 10 Comment .

10 Comments:

Blogger Unknown said...

nice... ^^

bikin aku senyum2 sendiri dari tadi..

oh why oh why...
kenapa g taemin aja sih yg jadi guru pianonya??
kenapa musti TANTE itu??? ><
*galau kumat*

keep writing tareeee ^^

November 28, 2010 at 12:43 PM  
Blogger Tarinanda A. Putri said...

makasih udah baca&komen~^^ btw ini.. unnie glanostra? XD

mwuahaha senyum2 kenapa toh? :3
nyaw tante~ iya. aku galau banget tiap inget satu2 member SHINee udh gede >.> taemin bahkan baca komik porn -_-

makasih ya unnie! XD

November 28, 2010 at 1:03 PM  
Anonymous Anonymous said...

omygod.. *crying*
apa yang dirasain Taemin, sama kayak yg aku rasain sekarang..
ngeliat temen2 sekitar pada ninggalin, pada sibuk sama dunianya masing2.. sementara aku tetep stuck di tempat yang sama dan ga bisa move on..
tae-ah.. kita senasib *setidaknya di ff ini, di dunia nyata, who knows?* *pelukan ma taemin*
tenang aja, tae..
jinki appa masih tetep kayak biasa kok..
key umma.. soal pridenya itu, jjong juga mengatakan hal yg sama kok *hello baby, antara jjong ke onyu*
dan jjong.. well.. lupakan dia..
minho.. well, ga patah hati amat sih lihat adegan kissingnya.. -.- cuma yaaa.. pengen bacok2 gimanaaaa gitu.. *laaah???*

hwaiting, Taemin..
saatnya kamu dewasa nanti juga kamu bakalan dapet adegan kissing juga kok.. >__> *dipelototin minho gara2 ngajarin yg ga bener*
hehehehe..
makasi dah ngasih tau.. ^^
nice ff.. ^^d

November 28, 2010 at 6:56 PM  
Blogger Tarinanda A. Putri said...

halo unni :D so that's why you cried~ get well soon unnie...

kkk~ unni ga patah hati itu liat kissingnya Mino? .___________. /sedih

hahahaha~ UNNIE JANGAN BILANG GITU AH JANGAN *siap2 minum baygon*

oke unni, makasih juga ya :D

November 28, 2010 at 7:10 PM  
Anonymous Anonymous said...

aku? ga kok.. aku ga patah hati.. hatinya dah patah duluan sejak denger jjong sama ssk itu.. >__> jadinya pas lihat sekarang giliran minho kissing.. hatinya udah patah + hancur gimana mau patah lagi?? kkkkk..

November 28, 2010 at 7:17 PM  
Blogger Tarinanda A. Putri said...

astaga, edan juga =)) aku... patah hati sejak Jjong, tambah Mino skrg, hancurlah </3

November 28, 2010 at 7:43 PM  
Blogger yukinahawmie said...

mampir dulu deh. ntar komen benerannya *diinjek*

November 28, 2010 at 9:05 PM  
Blogger dhia said...

This comment has been removed by the author.

December 8, 2010 at 4:38 PM  
Blogger dhia said...

sumpah aku malah seneng kalo ternyata taemin suka baca komik bokep...setidaknya ketauan kalo taemin sekarang sudah 'besar' /plak
tapi emang sama bangeet pertama aku tau minho ada adegan kissing yang pertama kepikiran adalah.. taemin T_T
minho why did you betray him!? Щ(ºДºЩ) my heart is secretly crushed too actually :'|

another nice fic from you ma <3
make sure you'll write more! :D

December 8, 2010 at 4:45 PM  
Blogger Tarinanda A. Putri said...

@Yuni : mangga neng XD
@Dhia : kkkkk~ AKU GASUKAAAA *ditampol* hehehehe forever young is quite good for him /dibejek

iya banget, aku agak2 ngilu krn baru aja broken jongkey ini udh broken 2min... /cries and hides

kkkk~ makasih ya dhi udh baca dan komen :D *hugs and kisses*

December 9, 2010 at 12:59 PM  

Post a Comment




Rewind                     Home                     Fast Forward


Amigos

Arina Listyarini
Pradnya Emeralda
Zaskia Osya Denaya
Tante Inne Larasati
Shafira Anjani
Sista Tamara
Eka Wahyuni
Irham Ramadhan

Archive




Credit

Cursor by Cursor 4u. Background: x x x Powered by Blogger. Original skin by Arina and another credit from her here